• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Penentuan Suku Bunga Tidak Sembarangan

Rabu, 4 September 2013 07:01 WIB
Penentuan Suku Bunga Tidak Sembarangan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pekerja mengerjakan pembuatan roti di pabrik roti lezat di Jakarta Timur, Senin (2/9/2013). Pascakenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi tujuh persen, Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) khawatir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang gagal membayar bunga pinjaman bank dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya dan terancam gulung tikar. Nilai bunga pinjaman bank yang sebelumnya sudah tinggi yaitu antara 13-20 persen, sementara jumlah pelaku usaha UMKM yang gagal bayar atau tidak bisa membayar pinjaman bunga bank mencapai 4 juta orang sebelum BI rate naik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Perwakilan Bank Indonesia (BI) VI (Jawa Barat, Banten) menilai bank hati-hati menaikkan suku bunga untuk merespon suku bunga yang ditetapkan BI sebesar 7 persen.

"Bank-bank tidak akan sembarangan menaikkan suku bunga yang bisa membunuh industri karena potensial berdampak terhadap kredit macet (non perfomance loan, NPL)," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI VI, Dian Ediana Rae, di kantornya, Bandung, Selasa (3/9).

Menurutnya, kehati-hatian itu terutama demi kebutuhan jangka panjang yakni menjaga keberadaan para investor. Dian menyebutkan memiliki opsi lain untuk merespon peningkatan suku bunga yang ketetapan BI dari 6,5 persen menjadi 7 persen itu.

"Mereka bisa mengefisiensi biaya operasional," katanya.

Saat ini, imbuhnya, NPL bank-bank masih bagus, di bawah empat persen. Demikian pula ekspansi bank. Selain itu, kenaikan BI rateI belum berimbas pada sektor ril seperti industri.

Manajer Divisi Kajian Ekonomi Perwakilan BI VI, Wahyu Ari W, mengatakan bank-bank tidak bakal agresif menetapkan suku bunga pinjaman. Ia sepakat tentang sektor riil yang mengandalkan impor seperti industri otomotif, eletronik, dan TPT belum terkena imbas kenaikan BI rate.

Menurut Wahyu, industri-industri itu masih mengandalkan biaya dari perusahaan induk seperti yang berlokasi di luar Indonesia seperti Jepang.
"Kenaikan suku bunga belum tampak di sektor riil," ujarnya.

Baik Dian maupun Wahyu tak menyebutkan angka aman soal kenaikan suku bunga bank-bank untuk merespon suku bunga BI. "Tiap bank berbeda-beda menetapkan suku bunga," kata Wahyu. (tom)

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Jabar
0 KOMENTAR
2242981 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas