Senin, 27 April 2015
Tribunnews.com

PLN Beli Listrik dari Malaysia Demi Warga Perbatasan

Jumat, 6 September 2013 01:54 WIB

PLN Beli Listrik dari Malaysia Demi Warga Perbatasan
Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda
Ilustrasi gelap gulita di daerah perbatasan

TRIBUNNEWS.COM, BENGKAYANG — Terbatasnya pasokan listrik di Kalimantan Barat membuat warga yang tinggal di perbatasan pernah tak merasakan listrik selama kurang lebih 70 tahun. Kondisi tersebut memaksa PT PLN beberapa tahun yang lalu membeli listrik dari Sarawak, Malaysia, untuk memenuhi pasokan listrik.

"Masyarakat sempat menyampaikan kepada saya bahwa mereka baru merasa merdeka. Katanya, tujuh puluh tahun belum pernah nikmati listrik. Saat inilah, dengan beli dari Malaysia, dia bisa menikmati listrik," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya.

Christiandy menyampaikan hal tersebut ketika memberi sambutan dalam acara peletakan batu pertama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit Baru di Dusun Tanjung Gondol, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2013).

Sejak dijalankannya program 10.000 megawatt oleh pemerintah untuk memenuhi pasokan kebutuhan listrik di Indonesia, percepatan pembangunan pembangkit listrik diharapkan bisa memenuhi pasokan listrik di daerah. Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi yang menjadi sasaran program percepatan tersebut.

Salah satu pembangkit yang sedang dibangun adalah PLTU berkapasitas 2 x 50 megawatt di Dusun Tanjung Gondol, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Christiandy menjelaskan bahwa kebutuhan listrik begitu mendesak mengingat kondisi bangsa Indonesia yang terus bertumbuh seperti sekarang ini.

"Untuk mengantisipasi kebutuhan ini, kita perlu percepatan untuk memenuhi kebutuhannya. Listrik tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat, tapi itu punya multiply effect, termasuk buat industri. Kalau industri jalan, masuk kesejahteraan, membuka tenaga kerja, berarti mengurangi pengangguran," papar Christiandy.

Halaman12
Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas