Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Semburan Lumpur di Purworejo Mengeluarkan Api

Jumat, 6 September 2013 10:52 WIB

Semburan Lumpur di Purworejo Mengeluarkan Api
IST/Angko Setiyarso Widodo
Nyala api di sumur bor di Desa Lubang Kidul, Purworejo, Kamis (5/9/2013) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, PURWOREJO - Satu sumur bor yang menyemburkan air lumpur di desa Lubang Kidul, Kecamatan Butuh, Purworejo ternyata mengandung gas alam. Kamis (5/9/2013) sore sumur tersebut mengeluarkan api.

Berita tersebut awalnya dikabarkan oleh Wakil Ketua DPRD Purworejo, Angko Setiyarso Widodo kepada Tribun Jogja (Tribunnews.com Network), Kamis (5/9/2013) malam.

"Ini di Desa Lubang Kidul yang menyemprotkan lumpur tadi, sekarang menyala. Keluar gas bumi," jelas Angko melalui layanan Blackberry Messenger.

Ketika Tribun Jogja berusaha mendapatkan konfirmasi, hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Lubang Kidul, Fahmi Aji. Menurut Fahmi, api diketahui mulai menyala sekitar pukul 18.30 WIB.

"Awal menyala saya tidak tahu. Tapi tadi dikabarkan warga jam 18.30. Karena itu, lokasi sekitar kini dipagari bambu. Saya dan puluhan warga berjaga, mengantisipasi segala kemungkinan. Selain itu, ada puluhan petugas keamanan juga standby," jelas Fahmi ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Fahmi mengungkapkan, ketika menyala, ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tidak lama kemudian satu mobil damkar mendatangi lokasi. Namun tidak lama kemudian mobil segera ditarik.

"Menurut petugas, nyala api malah akan membesar kalau disiram. Karena itu mobil ditarik. Untuk langkah selanjutnya kami masih bermusyawarah," jelasnya.

Mengenai nyala api ini, Angko mengatakan, sebaiknya pemerintah daerah segera mendatangkan tenaga ahli.

"Ya undang ahli. Untuk menyimpulkan apa di sana kandungannya banyak atau sedikit. Selain itu perlu juga untuk mengamankan lingkungan dan mengendalikan api atau gas tersebut. Dengan demikian api menyala lebih aman," kata Angko lagi.

Angko menegaskan, langkah terpenting yang harus diambil adalah bagaimana mengendalikan nyala api tersebut. "Biar tidak menimbulkan racun di lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jateng

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas