• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

PRT Ini Nekat Curi Emas Sang Majikan Demi Khitanan Anaknya

Selasa, 17 September 2013 02:00 WIB
PRT Ini Nekat Curi Emas Sang Majikan Demi Khitanan Anaknya
KOMPAS.com/Ika Fitriana
Pelaku pencurian, NH (tengah), saat diperiksa polisi Polres Magelag Kota, Senin (16/9/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Bagi sebagian orangtua dari kalangan menengah ke atas, menggelar pesta khitanan untuk anak lelakinya bukanlah satu masalah besar.

Namun, bagi orangtua dari kalangan miskin, perhelatan seperti itu tak mudah untuk diwujudkan. Bahkan bagi NH (35) yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), harus membayar mahal lantaran ingin menggelar pesta khitan sang anak.

Warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang itu, harus rela meringkuk di terungku polisi karena kedapatan mencuri perhiasan emas milik majikannya, Herawati (47), warga Kampung Potrobangsan, II RT 06 RW 04, Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang.

NH, diduga mencuri perhiasan emas seberat 118,9 gram senilai ratusan juta rupiah milik Herawati. NH sendiri, sudah bekerja sekitar sembilan bulan di rumah Herawati.

NH mengaku terpaksa mencuri karena diimpit masalah ekonomi, dan untuk membiayai pesta khitanan anaknya. Upah sebagai PRT, dinilai tidak cukup untuk membiayai semua keperluannya, sedangkan suaminya hanya pekerja buruh serabutan.

"Saya tidak punya uang, sementara anak saya merengek minta dikhitan, terakhir saya ambil gelang," ucap NH, sambil menangis di hadapan polisi dan wartawan di Markas Polres Magelang Kota, Senin (16/9/2013).

NH mengungkapkan, pencurian emas dilakukan bertahap sejak dirinya mulai bekerja pada Desember 2012 silam. NH berulang kali nekat mencuri emas itu, saat majikannya sedang tidak berada di rumah.

Kapolres Magelang Kota Ajun Komisaris Besar Joko Pitoyo menerangkan, penangkapan tersangka berawal dari laporan korban belum lama ini. Joko menjelaskan, pelaku mengambil perhiasan emas milik majikannya tersebut secara bertahap.

Modus yang digunakan, lanjut dia, setelah melancarkan aksinya, kemudian pelaku membeli perhiasan imitasi yang hampir mirip dengan yang dicuri, lalu diletakkan di tempat semula. "Tujuannya untuk mengelabuhi majikannya," terang Murjito.

Editor: Reza Gunadha
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2294232 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas