• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Bisnis Prostitusi 'Anak Ayam' Merebak di Kuala Tungkal

Kamis, 19 September 2013 03:54 WIB
Bisnis Prostitusi 'Anak Ayam' Merebak di Kuala Tungkal
Dok
Ilustrasi - PSK yang juga anak SMA

Laporan Wartawan Tribun Jambi Awang

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Diam-diam praktik prostitusi melibatkan pelajar sekolah menengah tingkat atas (SMTA), istilah akrabnya Anak Ayam, di Kuala Tungkal mulai merebak.

Sebagian besar mereka beroperasi sendirian, meski ada juga memakai jasa makelar. Dalam sehari, mereka bisa mengencani dua pria hidung belang.

Bahkan, khusus hari libur mereka bisa dibawa kliennya seharian berkencan ke luar kota. Namun mereka juga pilih-pilih calon kliennya sebelum menyetujui kencan. Mereka biasanya memilih mengencani hidung belang asal luar kota.

Penelusuran Tribun beberapa hari terakhir, tidak sulit mendapatkan jasa kencan para Anak Ayam sepanjang memiliki akses ke perantara. Mereka berdasar pengakuan sumber Tribun, biasanya beroperasi sendirian, meski ada juga menggunakan jasa makelar.

"Cewek, ya ada," kata seorang perantara yang bisa beroperasi di Kuala Tungkal setelah Tribun sempat berbasa-basi dengan mengirim pesan pendek. Dia, menurut sumber Tribun, dikenal sebagai perantara Anak Ayam di Kuala Tungkal.

Tidak mudah mengaksesnya. Dari enam nomor ponselnya, hanya sebagian saja yang bisa dikontak. Setelah dapat diyakinkan, Lidia sebut saja demikian, langsung menawarkan sejumlah temannya yang bisa diajak kencan. Usia mereka kisaran 23-25 tahun.

Dia mengaku tidak lagi menjadi perantara teman kencan usia ABG alias Anak Ayam. "Anak sekarang jual sendiri, nggak lewat kita lagi," ujarnya.

Namun dia menjanjikan mencarikan kontak ke Anak Ayam dengan syarat kencannya tidak di hotel  "Nggak bisa di sana, yang biasa saja, di sana ketat," sebutnya seraya memastikan, biasanya Anak Ayam hanya mau kencan singkat alias short time. "Anak sekolah nggak bisa lama," ujarnya.

Berbilang hari, Tribun akhirnya mendapatkan kesempatan ngobrol dengan seorang pelajar sebuah SMA, sesuai janji L.

Sebut saja Amel, dia mengaku melakoni kerja sampingan sejak kelas dua SMA. Sembari memainkan ponselnya, cewek kuning langsat itu, sesekali terlihat awas.

Namun setelah akrab, dia terlihat rileks dan sedikit manja. Dia mengaku tinggal bersama teman-temannya di kos-kosan.

Dia mengaku terjun ke pekerjaan itu akibat ajakan teman kosnya. Kenekadannya terdorong dengan kenyataan lingkungan teman kosnya biasa pacaran hingga berlebihan.

"Teman-teman gini juga kok," ucap gadis menirukan gerakan orang berhubungan badan. Soal tarif, dia mengatakan sekitar Rp 600 ribu sekali kencan. Tapi, kalau sedang mujur kadang ada pelanggan yang memberi uang jasa lebih dari itu.

Duit pendapatannya, menurut pengakuannya dibelanjakan kebutuhan pribadi, termasuk ponsel. Sedangkan kebutuhan sekolah dia mengaku, masih mendapatkan kiriman dari orangtua.

Editor: Reza Gunadha
Sumber: Tribun Jambi
1 KOMENTAR
2302682 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas