• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Tawuran, 27 Pelajar Digunduli, Dijemur dan Disuruh Nyanyi Indonesia Raya

Kamis, 26 September 2013 07:24 WIB
Tawuran, 27 Pelajar Digunduli, Dijemur dan Disuruh Nyanyi Indonesia Raya
kompas.com
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 27 pelajar dari beberapa SMK di Cirebon digunduli petugas polisi, Rabu (25/9/2013) siang. Mereka digunduli karena tertangkap tangan saling lempar batu di Jalan Pantura Brigjen Dharsono, Kota Cirebon.

Tertangkapnya puluhan pelajar SMK itu berawal ketika mobil patroli milik Polres Cirebon Kota nomor polisi VIII 1003-45 melaju dari arah Jalan Pemuda menuju Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Namun ketika tiba di Jalan Brigjen Dharsono, terlihat sebuah kontainer mengangkut puluhan pelajar melaju ke arah Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Dari atas kontainer, pelajar juga terlihat melemparkan batu ke arah sekelompok pelajar SMK yang berada di perempatan Jalan Brigjen Dharsono-Perjuangan. Tawuran antarpelajar pun tak terhindarkan.

Beberapa batu yang dilemparkan pelajar yang terlibat tawuran mengenai mobil patroli. Akibatnya kaca bagian depan mobil polisi pecah. Tanpa pikir panjang, polisi yang mengemudikan mobil patroli langsung mengejar kontainer berpenumpang pelajar SMK. Kontainer pun bisa diberhentikan di daerah Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Setelah pelajar turun dari kontainer, mereka langsung digiring ke Polsek Kedawung. Pelajar itu diminta jujur mengakui perbuatannya melemparkan batu ke mobil patroli. Namun dari 27 pelajar, hanya tiga orang yang mau mengaku. Mereka adalah AS (16) pelajar SMK Nusantara, FS (16) pelajar SMK PUI, dan IP (18) pelajar SMK PUI.

Ketiganya pun dimintai keterangan secara intensif. Kemudian kasus ketiganya dilimpahkan ke Polsekta Cirebon Utara Barat, karena lokasi pelemparan batu berada di wilayah hukum Polsekta Cirebon Utara Barat.

Berbeda dengan tiga pelajar tersebut, 24 pelajar lain hanya mendapat pembinaan di Polsek Kedawung. Selain digunduli, 24 pelajar itu dijemur di bawah terik matahari dengan bertelanjang dada sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu nasional. Selain itu, 24 pelajar juga diminta menghormat bendera merah putih di bawah terik matahari.

Satu jam dijemur di bawah terik matahari, 24 pelajar itu langsung digunduli. Orang tua dan pihak sekolah ke-24 pelajar juga dipanggil agar mengetahui bahwa anak dan anak didiknya telah membuat keonaran di jalan raya.

Kepala Polres Cirebon Kota, AKBP Dani Kustoni melalui Kepala Polsek Kedawung AKP Suwondo, mengatakan puluhan pelajar itu digiring ke kantor polisi guna diberi pembinaan dan diharapkan jera.

"Tawuran di daerah Perjuangan, Pemuda dan Brigjen Dharsono itu sudah sering terjadi. Makanya mobil patroli selalu bolak-balik di sana guna memantau pelajar," kata Suwondo.

Terkait mobil patroli yang rusak bagian kacanya, Suwondo mengatakan itu tidak sengaja dilakukan para pelajar. "Berdasarkan keterangan pelajar, mereka tak sengaja melempar batu ke arah mobil patroli," katanya.

Tawuran antarpelajar SMK di Jalan Brigjen Dharsono bukan kali pertama terjadi. Pelajar kerap saling lempar batu, sehingga polisi pun rajin berpatroli di kawasan tersebut. (roh)

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
2329252 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Bpk Sugi Yanto-Kamis, 26 September 2013 Laporkan
    hitung2 potong rambut gratis, kalau ke tukang potong sudah berapa bro..., lain kali tidak usah tawuran lagi ya...?, jadi siswa yg tertib dan rajin, biar kelak jd insan yg sholeh,,,
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas