• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribunnews.com

Dinasti Banten Tetap Kokoh Meski Dua Tokoh Terseret Kasus Suap MK

Jumat, 4 Oktober 2013 22:03 WIB
Dinasti Banten Tetap Kokoh Meski Dua Tokoh Terseret Kasus Suap MK
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Wawan yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama Ketua MK Akil Mochtar, diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa pilkada Banten. (WARTAKOTA/ Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, putra almarhum TB H Chasan Sochib atau Haji Hasan meringkuk di tahanan KPK. Adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu terjerat kasus dugaan suap Ketua MK terkait Pilkada Lebak.

Kini selain Wawan, kasus dugaan suap Ketua MK juga menyeret anggota penting Dinasti Banten yakni sang Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah menyusul permohonan pencegahan ke luar negeri oleh KPK.  

Menurut Gandung Ismanto, Pengamat Politik Banten, meski dua tokoh utama Dinasti Haji Hasan tengah terseret pusaran kasus dugaan suap, belum akan meruntuhkan hegemoni keluarga besar Ratu Atut di Banten. "Tetap kuat selama dua pilar pendukung Dinasti Haji Hasan di Banten yakni ulama dan jawara masih mendukung," kata Gandung yang juga pengajar di Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Jumat (4/10/2013) malam.

Selain para keluarga dan kerabat yang masih menjabat di struktur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan, menurut Gandung, masih banyak loyalis Dinasti Banten yang setia di belakang Wawan. "Sikap politik pilar-pilar pendukung dinasti memang bersifat semu karena didasari politik transaksional, tetapi masih jauh dari terguncang," kata Gandung.

Sebelumnya Gandung menyebut Wawan sebagai mastermind Dinasti Haji Hasan yang menghegemoni sistem politik di Banten. Wawan adalah suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany yang juga Ketua Umum Kadin Banten.

"Kini Wawan secara formal menggunakan bendera Kadin Banten sebagai wadah berorganisasi yang menampung seluruh jawara dan pengusaha Banten," kata Gandung kepada Tribunnews.com.

Lewat oragnisasi Kadin inilah Wawan menggunakan pengaruhnya. Lewat Kadin Banten, Wawan punya akses kuat ke proyek-proyek yang didanai APBD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Seperti diketahui, tahun lalu, Tubagus Chaeri Wardana terpilih sebagai Ketua Kadin Banten untuk periode 2012-2017. Ini adalah periode kedua Wawan memimpin Kadin Banten. "Dia menggantikan sang ayah yang sebelum meninggal memegang jabatan Ketua Kadin Banten," jelas Gandung.

Sementara itu Ratu Atut Chosiyah dipastikan akan diperiksa terkait kasus adiknya itu. "Tentu akan dilakukan itu. Tapi, kapan waktunya saya belum tahu dan jadwalnya, karena tujuan pencegahan adalah pemeriksaan," kata juru bicara KPK, Johan Budi, kepada Tribunnews.com di kantor KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Namun Jumat, hari ini Atut tak bisa ditemui. Putri almarhum Haji Hasan itu tak hadir saat perayaaan HUT ke-13 Provinsi Banten. Tak hanya Ratu Atut Chosiyah yang tak hadir, keluarga besarnya yang menjabat sebagai pejabat daerah di Banten juga absen.

Para kerabat Atut yang tak terlihat hadir di antaranya Wali Kota Serang Haerul Jaman (adik tiri), Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (adik ipar), Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (adik kandung), dan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Adde Rosie Chairunnisa (menantu).

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas