• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Keluarga Besar Gubernur Ratu Atut Tak Muncul di HUT ke-13 Banten

Jumat, 4 Oktober 2013 18:50 WIB
Keluarga Besar Gubernur Ratu Atut Tak Muncul di HUT ke-13 Banten
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (kiri) memaparkan pendapat tentang tiap provinsi minimal membutuhkan Rp 1 triliun pada acara round table nasional di Kantor Gubernur Provinsi Sulsel, Makassar, Jumat (15/3/2013).

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Tak hanya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang tak menghadiri acara HUT ke-13 Banten, di DPRD Banten, Jumat (4/10/2013). Keluarga besarnya yang menjabat sebagai pejabat daerah, yang biasanya hadir, juga absen.

Para kerabat Atut yang tak terlihat hadir di antaranya Wali Kota Serang Haerul Jaman (adik tiri), Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (adik ipar), Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (adik kandung), dan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Adde Rosie Chairunnisa (menantu).

Padahal, tahun-tahun sebelumnya, mereka hadir dalam rapat paripurna peringatan HUT Banten, termasuk Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Atut dan suami Airin, yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai alasan Ratu Atut dan keluarga besarnya tak menghadiri rapat paripurna.

Dicegah ke luar negeri

Pada Kamis (3/10/2013) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah meminta pencegahan Ratu Atut ke luar negeri selama enam bulan. Permintaan pencegahan ini setelah adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana, ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Lebak yang tengah ditangani MK.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pencegahan terhadap Atut dikeluarkan dengan alasan sewaktu-waktu dapat diminta memberi keterangan.

"Maksudnya jika sewaktu-waktu yang bersangkutan akan diperiksa, yang bersangkutan tidak sedang di luar negeri," kata Johan, Jumat (4/10/2013) dini hari.

Ke depan, ujar dia, ada kemungkinan Atut akan diperiksa KPK untuk dugaan suap terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten.

Editor: Yudie Thirzano
Sumber: Kompas.com
2 KOMENTAR
2364391 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Achdan Sudrajat-Jumat, 4 Oktober 2013 Laporkan
    Dinastinya sebentar lagi habis,tergantung rakyat banten maunya apa.
  • look at me-Jumat, 4 Oktober 2013 Laporkan
    hebat sekali .... atut ini.....sodara2nya semua menjabat jabatan penting di banten.......hmmm........kpn negara kita maju ya....
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas