• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribunnews.com

Dinasti Banten Bisa Runtuh Bila Pengusutan oleh KPK Meluas

Sabtu, 5 Oktober 2013 18:26 WIB
Dinasti Banten Bisa Runtuh Bila Pengusutan oleh KPK Meluas
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (tengah) saat acara round table nasional di Kantor Gubernur Provinsi Sulsel, Makassar, Jumat (15/3/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua tokoh dalam "Dinasti Banten" tengah terseret dalam pusaran kasus suap mantan Ketua MK Akil Mochtar. Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, putra almarhum TB H Chasan Sochib atau Haji Hasan sudah meringkuk di tahanan KPK.

Sementara sang kakak, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dicegah ke luar negeri oleh KPK. Kalangan mahasiswa yang menggelar aksi sujud syukur di Serang, Kamis (3/10/2013) berharap penangkapan Wawan segera membawa angin perubahan di Banten. Akankah itu terjadi?

Pengamat Politik Banten, Gandung Ismanto, kepada Tribunnews.com Jumat (4/10/2013) malam mengungkapkan analisisnya. Menurut Gandung, Dinasti Banten didukung oleh dua pilar penting yakni kelompok ulama dan jawara. "Sepanjang dua pilar ini masih mendukung, maka dinasti belum akan runtuh," ujarnya.

Namun bukan berarti Dinasti Banten berupa hegemoni keturunan TB H Chasan Sochib tak bisa berakhir. Menurut pria yang juga pengajar di Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, itu bisa terjadi bila politik transaksional antara penguasa dan pilar pendukungnya terputus.

"Bangunan sikap politik atau dukungan mereka sebenarnya semu, karena bersifat transaksional semata di mana mereka mendapat beragam fasilitas dari pemerintah," kata Gandung sepuluh tahun terakhir mencermati perkembangan Dinasti Banten.

Oleh sebab itu, menurut Gandung, publik Banten berharap KPK terus menelusuri dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkup birokrasi di Banten. Termasuk juga penyimpangan yang terkait dengan pilkada di Banten.

"Oleh sebab itu banyak yang berharap KPK bisa mengusut hubungan hukum kasus-kasus pilkada lain seperti di Pandeglang, Serang, Tangsel dan juga Provinsi Banten. Itu bisa serius mengguncang para loyalis dinasti ini," katanya.

Seperti diketahui, Wawan dan Atut terseret dalam kasus dugaan suap mantan pada Ketua MK Akil Mochtar terkait pilkada Kabupaten Lebak. "Selain Lebak yang saat ini tengah dalam sidang sengketa juga pilkada Kota Serang yang berperkara adalah adik tiri Ratu Atut, Chaerul Jamal sebagai incumbent Wali Kota Serang," ujar Gandung.

Seperti diberitakan, Wawan dan Atut adalah tokoh penting dalam "Dinasti Banten". Wawan yang sebagai Ketua Kadin Banten disebut sebagai mastermind sementara Ratu Atut secara formal berada di hierarki tertinggi pemerintahan Banten.

Penulis: Yudie Thirzano
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
13 KOMENTAR
2367722 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ferdy Tuhulele-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    biar jawara kebal sama semua yg ada di dunia ini, tapi kalo ALLAH sdh murka akan KOIT juga.....
  • Roelly Rosuli-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    Jawara dn preman gak jauh beda, kerjanya emang menjadi beking penguasa dan pengusaha, yg penting dpt duit, nah kl ulama menjadi beking yg tukang garong uang rakyat..perlu dipertanyakan lebel keulamaannya..KPK itu hanyalah alat Tuhan untuk menghancurkan kemungkaran dan kebatilan..ingat !! suara Rakyat suara Tuhan, jerit tangis rakyat yg hartanya habis digerogoti Utut sekeluarga, sdh saatnya akan diambil lg oleh Tuhan dn berkekalah dlm ruang kenistaan..
  • sunanto yakin-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    yg status tersangka cuma si wawan aja kok, si ratu cuma sebatas dicekal kagak blh ke LN selama 6 bln, hehe...jgn terll cpt senang, blm tentu si ratu jd tersangka apalg menjd terpidana, wawan akan menjd bumper utk menyelamatkan keluarga bsrnya,
  • Gusrozak Sy-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    يَا رَبَّنَا نَسْأَ لُكَ وَالِىْ يُقِيْم اَلْعَدْلَ كَىْ نَسْتَقِيْم عَلَى هُدَاكَ اْلقَوِيمْ وَلاَ نُطِيْعُ اْللَّعِيْن
    “ Wahai Tuhan Kami, Kami Minta kepada-Mu, Pemimpin yang menegakan keadilan, agar kami bisa lebih melakukan istiqomah. Diatas tuntunan hidayat-Mu yang tegak dengan benar dan Mulia, dan kami dibantu oleh penguasa untuk tidak taat kepada kaum yang Engkau Laknat”
  • Andi Arifin-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    Ada Adagium dalam hukum,Walaupun dunia akan runtuh,hukum tetap ditegakkan,dengan kasus Ketua MK yang tertangkap tangan,bukan berarti hukum di Indonesia harus runtuh,karena selama ini MK sebagai tonggak bangunan dalam beberapa tahun ini,dalam hati sedih dan kadang menyumpah,dengan beberapa pejabat Di pemerintahan,dengan penampilan kebapakan dalam kepemimpinannya,ternyata ada saja yang menyelewengkan jabatannya,dengan menghalalkan segala cara,dan membodoh-bodohi,bahkan memanjakana dengan uang,baik orang yang terdekat,maupun kelompoknya,dari hasil uang yang tidak baik Korupsi ),dan ini bukan rahasia umum lagi,dugaan masih banyak yang belum terungkap,dan mudah-mudahan cepe-cepat sadar,apabila akan banyak korban,keluarga,dan kelompok akan runtuh,dan tercemar didalam masyarakat,juga belum sebanding perbuatannya,dari masyarakat yang perlu bantuan ekonomi ( miskin )sementara para pelaku negara seenaknya menghamburkan uang,hanya untuk prestise sesaat,serta kemewahan diluar agar dilihat,berwibawa dimata selevel ( sesama pejabat ) dan dimata rakyat,ironi memang !.......dari kasus Akil Muchtar,Chairunnissa,Wawan ( adik guberbur banten ratu atut )yang termasuk pencegahan Ratu Atut,keluar Negeri oleh KPK,sudah pas.....tak selamanya penampilan Ratu Atut yang mewah dan Glamour ( karena Pejabat ) mencerminkan kewibawaan ternyata hasilnya terdapat penyimpangan,dan penyelewengan,jabatan itu amanah,yang sewaktu-waktu bisa hilang,apalagi jabatan dipertahankan dengan segala cara,dan mengeyampingkan rakyat yang perlu bantuan,lambat laun akan,runtuh,karena hanya kerajaan langit dan bumi,hanya milik Allah SWT semata.memang manusia tidak ada yang sempurna,minimal mendekati sempurna,hukuman memanh tetap diterima baik dari sang pencipta maupun dari Negara,rakyat Indonesia,kasus Akil,Charunnissa,wawan,hukuman tepa ditegakkan sesuai dengan aturan dan prosedur hukum,bila terbukti di pengadilan,jatuhkan hukumyang seberat-beratnya,sesuai dengan perbuatannya dan rasa keadilan dalam masyarakat,bila perlu dijatuhi hukuman mati,pada koruptor,agar tidak terulang kembali,sudah terlalu banyak pengorbanan dari rakyat yang miskin,sementara para pejabat bermewah-mewah dengan para pendukungnya yang dekat.....
  • deni wardana-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    jeblosin aja semua lah.bandit2 badut itu
  • Lunasia Amara-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    Komentar tidak ditampilkan karena melanggar aturan
  • Prihatin-Minggu, 6 Oktober 2013 Laporkan
    Ntar lagi bakal ada dinasti PDIP
    .., he he he
  • sondel paseban-Sabtu, 5 Oktober 2013 Laporkan
    rakyat banten saatnya kita bergerak tuk melengseran dinasty banten,,,,
  • Setan Iblis-Sabtu, 5 Oktober 2013 Laporkan
    Seperti diberitakan, Wawan dan Atut adalah tokoh perampok dalam "Dinasti Banten"
  • Jan Silitonga-Sabtu, 5 Oktober 2013 Laporkan
    rakyat banten oooooooonnnnnnn sih,pantasan aja
  • Khaidar Topan-Sabtu, 5 Oktober 2013 Laporkan
    biarin aja.biar pada mati sekalian.dari pada merampok duit rakyat terus
  • Bodrex-Sabtu, 5 Oktober 2013 Laporkan
    Kalau runtuh nantinya banyak tikus berlarian !
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas