Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Dinasti Banten Bisa Runtuh Bila Pengusutan oleh KPK Meluas

Sabtu, 5 Oktober 2013 18:26 WIB

Dinasti Banten Bisa Runtuh Bila Pengusutan oleh KPK Meluas
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (tengah) saat acara round table nasional di Kantor Gubernur Provinsi Sulsel, Makassar, Jumat (15/3/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua tokoh dalam "Dinasti Banten" tengah terseret dalam pusaran kasus suap mantan Ketua MK Akil Mochtar. Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, putra almarhum TB H Chasan Sochib atau Haji Hasan sudah meringkuk di tahanan KPK.

Sementara sang kakak, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dicegah ke luar negeri oleh KPK. Kalangan mahasiswa yang menggelar aksi sujud syukur di Serang, Kamis (3/10/2013) berharap penangkapan Wawan segera membawa angin perubahan di Banten. Akankah itu terjadi?

Pengamat Politik Banten, Gandung Ismanto, kepada Tribunnews.com Jumat (4/10/2013) malam mengungkapkan analisisnya. Menurut Gandung, Dinasti Banten didukung oleh dua pilar penting yakni kelompok ulama dan jawara. "Sepanjang dua pilar ini masih mendukung, maka dinasti belum akan runtuh," ujarnya.

Namun bukan berarti Dinasti Banten berupa hegemoni keturunan TB H Chasan Sochib tak bisa berakhir. Menurut pria yang juga pengajar di Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, itu bisa terjadi bila politik transaksional antara penguasa dan pilar pendukungnya terputus.

"Bangunan sikap politik atau dukungan mereka sebenarnya semu, karena bersifat transaksional semata di mana mereka mendapat beragam fasilitas dari pemerintah," kata Gandung sepuluh tahun terakhir mencermati perkembangan Dinasti Banten.

Oleh sebab itu, menurut Gandung, publik Banten berharap KPK terus menelusuri dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkup birokrasi di Banten. Termasuk juga penyimpangan yang terkait dengan pilkada di Banten.

"Oleh sebab itu banyak yang berharap KPK bisa mengusut hubungan hukum kasus-kasus pilkada lain seperti di Pandeglang, Serang, Tangsel dan juga Provinsi Banten. Itu bisa serius mengguncang para loyalis dinasti ini," katanya.

Seperti diketahui, Wawan dan Atut terseret dalam kasus dugaan suap mantan pada Ketua MK Akil Mochtar terkait pilkada Kabupaten Lebak. "Selain Lebak yang saat ini tengah dalam sidang sengketa juga pilkada Kota Serang yang berperkara adalah adik tiri Ratu Atut, Chaerul Jamal sebagai incumbent Wali Kota Serang," ujar Gandung.

Seperti diberitakan, Wawan dan Atut adalah tokoh penting dalam "Dinasti Banten". Wawan yang sebagai Ketua Kadin Banten disebut sebagai mastermind sementara Ratu Atut secara formal berada di hierarki tertinggi pemerintahan Banten.

Penulis: Yudie Thirzano

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas