• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Sultan Hamengku Buwono Mantu Akhir Bulan Ini

Kamis, 10 Oktober 2013 06:44 WIB
Sultan Hamengku Buwono Mantu Akhir Bulan Ini
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Iring iringan kirab kereta kuda dari Keraton Yogyakarta melintas di depan Gedung Agung, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (14/10/2011). Dalam gladi kirab kereta kuda untuk pengantin dari putri Sultan Hamengku Buwono X tersebut diikuti oleh prajurit keraton dan sejumlah kereta kuda, namun tidak menggunakan kereta Kiai Jong Wiyat peninggalan Hamengku Buwono VII yang akan digunkan oleh kedua mempelai menuju Bangsal Kepatihan pada hari H. (TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI)

Tribunnews.com, Yogyakarta -  Sejumlah jalan di Yogyakarta akan ditutup selama berlangsung hajat mantu Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada 21-23 Oktober 2013. Kepolisian telah menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas terkait hajatan ini.

Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri keempatnya, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, dengan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Notonegoro. "Pada ijab kabul, Selasa (22/2013), penutupan dan pengalihan arus akan dilakukan di semua jalan menuju Keraton Yogyakarta, mulai pukul 06.00 WIB," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti, Rabu (09/10/2013).

Anny merinci, ruas jalan yang akan ditutup pada hari akad nikah itu adalah Jl Kauman atau Pos Besar kearah Jl Trikora dan Jl Ibu Ruswo, sampai pertigaan Wijilan. Lalu, akan ada sistem buka tutup pada ruas Jl P Senopati dan Jl KH Ahmad Dahlan, diarahkan ke Jl Bhayangkara.

Berikutnya, tutur Anny, Polda DIY juga mengantisipasi arus lalu lintas pada hari resepsi pernikahan yang digelar di Kepatihan, Rabu (23/10/2013). Pada hari itu akan digelar pula kirab pengantin.

Tujuh posko pengamanan, sebut Anny, akan disiapkan untuk pengamanan resepsi dan kirab tersebut. Lagi-lagi, sejumlah ruas jalan akan ditutup dan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas.

Pada pos Gardu Anim, akan dilakukan penutupan jalan di sebelah utara Hotel Inna Garuda. Arus lalu lintas dari Jl Mataram ke Jl Malioboro diarahkan lurus ke arah Jl Abu Bakar Ali atau jembatan Kleringan.

Arus lalu lintas dari Kota Baru, lanjut Anny, dialihkan ke Jl Mataram. Sementara lalu lintas dari Jl P Mangkubumi diarahkan ke Kota Baru dan Jl A Jazuli. Lalu lintas menuju Jl Mataram akan diarahkan melalui Stadion Kridosono.

Untuk Pos Teteg, skenario lalu lintas akan menutup arus jalur lambat menuju Jl Malioboro. Berikutnya, Pos di Pasar Kembang akan menutup total lalu lintas menuju Pasar Kembang, sementara arus dari Jl Bhayangkara akan dialihkan ke perempatan Jlagran.

Adapun Pos Gondomanan akan menutup arus menuju Jl P Senopati atau Pos Besar. Arus dari Jl Katamso dialihkan ke Jl Sultan Agung dan Jl Suryotomo. Lalu, arus dari Jl Sultan Agung dialihkan ke Jl Katamso dan Jl Suryotomo. Berikutnya, arus dari Jl Suryotomo dialihkan ke Jl Sultan Agung dan Jl Katamso.

Pos PKU Muhammadiyah, akan menutup lalu lintas menuju arah perempatan Pos Besar, dialihkan ke Jl Bhayangkara. Hanya pasien menuju PKU Muhammadiyah yang masih diizinkan melintas. Adapun pos di Jl Bu Ruswo akan menutup arus lalu lintas menuju alun-alun utara. Terakhir, Pols Jlagran akan mengalihkan dan menutup arus menuju Jl Jlagran Lor atau Pasar Kembang.

“Setelah ada hasil rapat dengan pihak keluarga Keraton, skenario pengaturan dan pengalihan arus lalin segera akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Anny. Gladi bersih seluruh rangkaian dan penerapan skenario pengamanan ini akan digelar pada Sabtu (19/10/2013) mulai pukul 08.00 WIB.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
0 KOMENTAR
2386301 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas