Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Royal Wedding Putri Sultan, Kisah Cinta Berawal dari Chatting di MIRc

Sabtu, 12 Oktober 2013 03:37 WIB

Royal Wedding Putri Sultan, Kisah Cinta Berawal dari Chatting di MIRc
kompas.com
GKR Hayu dengan KPH Notonegoro saat jumpa pers di kraton Kilen terkait acara pernikahan keduanya 

TRIBUNNEWS.COM – Putri Sri Sultan Hamengkubuwono, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, akan mengikat janji pernikahan dengan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro pada 23 Oktober mendatang. Berbagai persiapan kini tengah dilakukan.

Bagaimana perjalanan cinta kedua calon mempelai itu? Pertemuan mereka cukup unik, melalui grup chatting SMA Negeri 3 Yogyakarta, sekitar tahun 2000. Saat itu Hayu menempuh pendidikan di Singapura. Dia masih menjalin hubungan dengan teman-teman SMA-nya melalui sebuah grup chatting di MIRC. Notonegoro adalah salah satu moderatornya.

"Waktu itu Padmanaba (SMA 3 Yogyakarta) punya grup chatting. Dari situ kenal Mas Noto dan semakin intensif ngobrol," tutur Hayu dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat (11/10/2013).

Dari komunikasi melalui grup, lama kelamaan keduanya berbincang secara pribadi. Komunikasi keduanya pun semakin intens. Dari percakapan itulah mereka baru terungkap bahwa ibunda Hayu, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dan ibunda Notonegoro berteman dekat sejak SD hingga SMA.

Hubungan mereka pun makin dekat. Bahkan ketika Hayu berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah, GKR Hemas menitipkan putrinya kepada KPH Notonegoro yang saat itu sedang menempuh pendidikan S2 di negara itu.

Notonegoro mengungkapkan, saat Hayu berada di New York, dia membantu mencarikan asrama dan mencari kebutuhan-kebutuhan kuliah. Pertemuan yang intens itu benih-benih cinta di antara mereka pun bersemi. Notonegoro mengaku mengagumi sosok Hayu yang cerdas, mandiri, dan tidak pernah mengeluh.

"Waktu itu, Jeng Ratu (GKR Hayu) ke New York sendirian. Dia (GKR Hayu) tidak pernah mengeluh, sejak itu saya kagum. Menurut saya Jeng Ratu perempuan yang strong, independent, intelligent dan passionate," tutur Notonegoro.

Pada musim panas 2013 di Amerika Serikat, Notonegoro memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya kepada Hayu. "Saya terkesan dengan kecerdasan Jeng Hayu. Setiap kali bertukar pikiran Jeng Hayu selalu memberikan saran serta solusi yang tak pernah terpikir oleh saya. Ini yang membuat saya semakin mantap untuk memilihnya sebagai pendamping hidup," ujarnya.

Impian sepasang kekasih ini untuk membangun rumah tangga akan segera terwujud. Prosesi pernikahan mereka yang akan dilangsungkan dari tanggal 21 hingga 23 Oktober mendatang.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas