Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

BKDD Nunukan Usulkan 70 Honorer Masuk K2

Senin, 14 Oktober 2013 15:37 WIB

BKDD Nunukan Usulkan 70 Honorer Masuk K2
net
Ilustrasi CPNS 

 
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Nunukan kembali mengusulkan sekitar 70 honorer untuk dimasukkan sebagai honorer kategori 2 (K2), yang akan diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Ada beberapa lagi dari honorer yang 2012 kemarin meminta didata ulang karena tidak sempat dan mengajukan permohonannya. Mereka juga membawa data-data dan tidak semua bisa tercover mengingat SK mereka diatas Januari dan Februari,” ujar Haji Syaparuddin,  Kepala BKDD Kabupaten Nunukan.

Mereka yang mengajukan usulan baru ini membawa surat keputusan (SK) dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing.

“Pengakuannya begitu adanya. Jadi kita tindaklanjuti. Kalau diterima kita lanjutkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dari daftar nominatif yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), honorer K2 di Kabupaten Nunukan mencapai 680 orang.

Selain mengajukan usulan baru terhadap 70 honorer yang sebelumnya tidak sempat mendaftar pada tahun 2010, pihaknya juga mengusulkan 17 honorer dari audit tujuan tertentu dan 30 honorer dari K2 yang disanggah serta sisa dari honorer K1.

Jika semua usulan dimaksud disetujui, jumlah honorer K2 Kabupaten Nunukan bisa mencapai 797 orang.

“Jadi sekitar 147 yang akan luncur kalau disetujui. Kita menunggu minggu minggu ini atau minggu depan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada 2010 lalu diusulkan 215 honorer untuk masuk K1. Belakangan dari jumlah yang diusulkan menyusut menjadi 123 dan pada tahap akhir hanya 82 honorer yang bisa diangkat sebagai CPNS.

“Sehingga mereka-mereka ini yang tadinya yang ada di K-1 daftar awal, karena tidak masuk kita usulkan turun ke K-2 yang jumlahnya 680,” ujarnya.

Dari 680 honorer yang masuk daftar nominatif K2, pihaknya akan mencoret nama-nama ganda termasuk mereka yang sudah meninggal dan telah menjadi PNS di daerah lain.

“Kami umumkan dulu, sengaja tidak mencoret. Kekhawatiran kita ada nama sama, karena dari sananya begitu. Mana yang nama dan tanggal lahirnya betul? Kita coret. Kami tidak berani mencoret duluan, nanti kita coret tahunya orang yang dicoret ada,” ujarnya.
 

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas