Persediaan Obat Kaki Gajah Belum Cukup

Rabu, 30 Oktober 2013 05:35 WIB

Persediaan Obat Kaki Gajah Belum Cukup
(Bangka Pos/Rudy)

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Penyebaran penyakit kaki gajah atau filariasis di Kabupaten Bandung meningkat dari lima kecamatan menjadi 18 kecamatan. Lebih dari 30.000 penduduk Kabupaten Bandung di dalam darahnya mengandung mikrofilaria (cacing penyebab filariasis).

Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bandung, dr Riantini, mengatakan jumlah penderita kronis filariasis yang didata Dinkes hingga tahun 2013 sebanyak 48 orang. Jumlah tersebut bisa bertambah karena diperkirakan masih banyak warga yang tidak mau melaporkan penyakit tersebut.

"Warga memang banyak yang malu kalau mau melapor. Soalnya dampak sosialnya memang sangat besar. Karena penderita filariasis memang akan mengalami cacat permanen walaupun sudah sembuh," kata Riantini di rumah makan Mang Engking, Kopo, Selasa (29/10/2013).

Penderita kronis filariasis memang akan mengalami cacat permanen. Lipatan akibat filariasis tidak akan hilang. Walaupun melakukan operasi. Sehingga penyakit tersebut harus dicegah sebelum bertambah parah.

"Peningkatannya dari tahun 2007 memang drastis. Tahun 2007 baru ada tujuh kasus. Sekarang sudah mencapai 48 kasus yang kronis. Dari 18 kecamatan, lima kecamatan merupakan daerah paling rawan yaitu Majalaya, Ibun, Ciparay, Cangkuang dan Cimaung," ujarnya.

Sesuai penilitian World Health Organization (WHO) sebanyak satu persen masyarakat positif menderita mikrofilaria. Jadi diperkirakan sebanyak 32.000 warga dari 3,2 juta Kabupaten Bandung menderita penyakit filariasis.

"Tapi memang stadiumnya belum banyak yang parah. Kebanyakan masih stadium satu atau dua. Soalnya di stadium itu belum kelihatan penyakitnya. Kalau sudah masuk stadium tiga sudah kelihatan. Paling parah ya stadium tujuh," katanya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Tags
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016 About Us Help