• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 24 September 2014
Tribunnews.com

Sidang Dugaan Pembunuhan Berlangsung Tegang

Kamis, 31 Oktober 2013 04:42 WIB

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Keluarga korban kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Ayung, keberatan atas kesaksian tertulis Candra Gunawan Wijaya dalam sidang lanjutan di PN Cirebon, Rabu (30/10). Keluarga korban menganggap kesaksian Candra dibuat-buat. Keluarga korban pun meminta saksi Candra dihadirkan dalam persidangan.

Dalam keterangan tertulis yang dibacakan jaksa, Candra mengatakan Ayung telah mengeluarkan uang lebih dari Rp 120 juta untuk perawatan korban Yoyo di rumah sakit, biaya pemakaman, tahlilan dan lain-lain. Dana sebesar itu sebagai bentuk tanggung jawab Ayung selaku menantu korban.

Keluarga korban, termasuk anak Yoyo yang juga istri Ayung, Rini menyangkal keterangan Candra. Saat hadir di persidangan, Rabu siang kemarin, Rini mengatakan pihak keluarga mau menerima bantuan Rp 120 juta dari Ayung karena di bawah tekanan. Bahkan kata Rini, semula Ayung meminta keluarga korban agar tidak memperkarakan masalah ini dengan alasan Ayung khilaf.

Menurut Rini, untuk perawatan korban tidak sepenuhnya menggunakan uang pemberian Ayung. Keluarga juga mengeluarkan kocek sendiri dan untuk perawatan di rumah sakit menggunakan asuransi.

"Kami juga tidak tahu siapa Candra Gunawan Wijaya, dia siapanya Ayung sehingga keterangannya malah meringankan terdakwa. Sudah jelas Ayung sengaja membakar," kata Rini.

Rini kesal terhadap jaksa karena tak bisa menghadirkan Candra ke persidangan. Malah keterangan tertulis Candra dianggap meringankan terdakwa. Rini pun menduga ada yang tak beres dalam kasus Ayung ini. Apalagi ketika penyidik meminta rekaman pengakuan Yoyo atas percobaan pembunuhan oleh Ayung, tak dijadikan bukti dalam persidangan. Padahal, menurut Rini, semestinya rekaman itu diperdengarkan dalam persidangan.

Keluarga korban tetap pada keyakinannya bahwa Ayung membakar Yoyo telah direncanakan. Karena itu keluarga korban minta Ayung dihukum mati.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kemarin berlangsung tegang. Bukan saja keluarga korban yang meminta Ayung dihukum mati, ormas Islam yang hadir juga menuntut hal sama.

Sementara Ayung hanya duduk menunduk di persidangan. Didampingi kuasa hukum, Ayung memilih diam. Sejumlah petugas polisi menjaga Ayung di ruang sidang untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

Sidang kemarin dalam penjagaan polisi. Polisi berseragam tampak berjaga mulai dari gerbang PN, kantor PN, sampai ruang sidang. Namun tak terlihat anggota brimob sebagaimana yang terjadi pekan kemarin. Sidang yang dipimpin Abdul Rosyad itu akan kembali dilanjutkan pekan depan, dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

Kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Ayung terjadi Mei 2013. Ketika itu, Ayung diketahui membakar tubuh mertuanya, Yoyo di rumah Rini yang juga ditinggali Ayung di Tanda Barat, Kota Cirebon. (roh)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2470741 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas