• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah Dituntut Mundur

Jumat, 8 November 2013 13:04 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah Dituntut Mundur
Serambi Indonesia/Mahyadi
Massa Gerakan Perjuangan Rakyat Bener Meriah (GAPURA-BM) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRK Bener Meriah, Kamis (7/11/2013), menuntut agar bupati dan wakil bupati setempat, mundur dari jabatannya. 

TRIBUNNEWS.COM, REDELONG - Puluhan demonstran melakukan aksi unjuk rasa, menuntut Bupati Bener Meriah Ir Ruslan Abdul Gani dan Wakil Bupati Drs Rusli M Saleh, mundur dari jabatannya. Mereka menuding bupati telah menyunat dana pembangunan masjid, tidak peduli dengan kondisi masyarakat, khususnya korban gempa dan honorer K2 yang masuk dalam situs BKN, tetapi bisa ikut ujian CPNS.

Mereka berasal dari Gerakan Perjuangan Rakyat Bener Meriah (GAPURA-BM) dan didampingi mahasiswa GMNI Aceh serta Cempege Institut. Mereka juga mengusung sejumlah spanduk, salah satunya bertuliskan: “Turunkan Segera Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah.”

Massa yang tiba di gedung dewan sekira pukul 10.30 WIB menilai pemerintah kabupaten tidak peduli dengan kondisi masyarakat yang mulai terpuruk akibat murahnya harga kopi serta korban gempa.

"Uang bantuan pembangunan masjid sebesar Rp 10 miliar harus segera diusut tuntas," teriak koordinator pengunjuk rasa Waladan Yoga dalam orasinya di depan Kantor Bupati Bener Meriah.

Massa juga mengusung sejumlah persoalan diantaranya tentang tes pegawai honorer yang sarat dengan masalah, rehab-rekon bencana yang belum jelas, serta masalah campur tangan bupati soal rekruitmen anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bener Meriah.

"Secara umum, tak ada satupun program yang bisa mensejahterakan masyarakat, justru semua semakin terpuruk," ujar Waladan.

Setelah beberapa saat berorasi di depan Kantor Bupati Bener Meriah, massa bergerak menuju gedung Dewan Perwakilan Kabupaten (DPRK). Di depan pintu gerbang wakil rakyat itu, massa kembali berorasi.

"Harga kopi terpuruk, fakir miskin ditelantarkan dan ironisnya, uang ratusan juta dihabiskan hanya untuk perbaikan kamar mandi wakil bupati, sedangkan rakyat masih melarat," teriak pendemo lainnya Aramiko Aritonang.

Orasi di depan gedung dewan itu, sempat diwarnai isak tangis sejumlah pegawai honorer yang ikut melakukan aksi unjuk rasa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah, Fauzan kepada para perwakilan demonstran menyatakan akan menampung semua aspirasi para pengunjuk rasa.

"Apa yang menjadi tuntutan hari ini, akan segera kami sampaikan ke pihak eksekutif," ujarnya.

Sedangkan Bupati Bener Meriah, Ir Ruslan Abdul Gani, melalui Kabag Humas Drs Mukhtar yang menghubungi Serambi (Tribunnews.com Network) melalui telepon mengatakan iidak ada pungutan maupun pemotongan dana bantuan pembangunan masjid di Kabupaten Bener Meriah. Dia menjelaskan dana diambil untuk biaya konsultan sehingga pembangunan bisa lebih terarah.

"Jika masalah kondisi Bener Meriah, perlu duduk bersama kembali semua pihak. Namun jika berkaitan dengan masalah dana masjid, sekali lagi saya tekankan tidak ada pemotongan apapun," terangnya.(c35)

Editor: Dewi Agustina
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas