26 Mahasiswa Masih Diamankan di Mapolres Bangkalan
"Jika menjelang sore nanti adik-adik kami tidak juga dikeluarkan, kami akan siapkan tim advokasi," ungkap senior GMNI Bangkalan Dasuki
Laporan wartawan Surya,Ahmad Faisol
TRIBUNNEWS.COM,BANGKALAN - Hingga siang ini, sebanyak 26 mahasiswa masih diamankan di Mapolres Bangkalan karena berunjuk rasa saat kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jumat (6/12/2013).
Diamankannya puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bangkalan itu kini menjadi sorotan jajaran senior GMNI.
"Jika menjelang sore nanti adik-adik kami tidak juga dikeluarkan, kami akan siapkan tim advokasi," ungkap senior GMNI Bangkalan Dasuki Rahmat kepada SURYA Online(Tribunnews.com Netwotk)
Ia menegaskan, pihaknya kini tengah melakukan koordinasi dengan pengurus GMNI Jatim untuk menyikapi permasalahan tersebut.
"Kami juga sudah mendapatkan petunjuk dari pusat. Kami terus memantau sejak mereka diangkut dari UTM," tegasnya.
Masduki menilai, tindakan represif petugas dalam pengamanan kunjungan Presiden SBY terlalu berlebihan.
Padahal, pihak GMNI Bangkalan sempat berkoordinas dengan pihak polres agar bisa bertemu langsung dengan presiden.
"Hingga tadi malam, pihak polres belum memberikan ijin untuk bertemu Maksud kami menyampaikan secara langsung ke SBY. Akhirnya adik-adik memilih menggelar aksi," paparnya.
Ia menambahkan, semua jajaran pengurus cabang GMNI se Madura akan menggelar aksi solidaritas ke masing-masing polres yang ada di emapt kabupaten di Madura.
"Masak sejak jaman Soeharto, pengamanannya tetap saja," pungkasnya.
Atas kejadian, belum ada keterangan dari pihak Polres Bangkalan hingga saat ini. Para petinggi polres masih terkonsentrasi di Pendapa Agung Bangkalan, lokasi Presiden SBY melakukan kunjungan.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa dimulai sesaat setelah rombongan presiden memasuki Kampus UTM. Massa GMNI menuntut penyeberangan melalui Jembatan Suramadu digratiskan, percepatan pembangunan Madura, dan kembalikan keuntungan hasil bumi Madura berupa minyak dan gas (migas).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20131206_110517_diciduk-lek.jpg)