Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Lagi, Tersangka Korupsi di Kanwil Kemenag NTT Diseret ke Lapas

Selasa, 7 Januari 2014 12:22 WIB

Lagi, Tersangka Korupsi di Kanwil Kemenag NTT Diseret ke Lapas
net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Muhlis Alawy

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang menahan tersangka keempat kasus dugaan korupsi dana operasional Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, Maria Lina, Senin (6/1/2014) sore. Maria ditahan di Lembaga Pemsyarakatan (Lapas) Perempuan Penfui Kupang. Tersangka lainnya, Sebastianus Balu, Herman Mada dan Damianus Wae, sudah ditahan di Lapas Penfui Kupang.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Mangihut Sinaga, S.H melalui Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, S.H, Senin (6/1/2014) sore mengatakan, Maria Lina ditahan setelah penyidik Kejati NTT menyerahkan tersangka dan barang bukti menyusul berkas tersangka dinyatakan lengkap.

Rencananya Maria diserahkan Rabu (8/1/2014). Namun penasehat hukumnya menghubungi penyidik Kejati NTT, kliennya sudah siap diserahkan Senin (6/1/2014) setelah sembuh sakit. Penyerahan tersangka dan barang bukti, kata Ridwan, diwakili dirinya dan Noven Bulan ke Kejari Kupang. Sementara di Kejari Kupang, barang bukti dan tersangka diterima Kasi Pidsus, Tedjo Sunarno, S.H.

Ridwan menjelaskan, Maria ditahan selama 20 hari di Lapas Perempuan Penfui Kupang. Saat ditahan Maria didampingi penasehat hukumnya, Jhon Rihi SH. Maria dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman maksimal hukuman dua pasal itu paling lama 20 tahun penjara.

Mengenai penyerahan tahap kedua ke Kejari Kupang, Ridwan mengatakan, peristiwa tindak pidana korupsi itu terjadi di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Kupang. Namun untuk penuntutannya tetap melibatkan Kejati NTT. Tim penuntutan tersangka Maria Lina terdiri dari dirinya, Noven Bulan, S.H dan Tedjo Sunarno, S.H.

Setelah tahap dua, penuntut umum akan melimpahkan berkas kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Dengan demikian, tak lama lagi, sidang perdana yang menyeret staf Kanwil Kemenag NTT itu pun siap digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi NTT menetapkan Maria Lina, staf Kantor Kementerian Agama Wilayah NTT, sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi di kantor itu dengan kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar.

Maria menjadi tersangka lantaran perannya menerima uang hasil korupsi senilai ratusan jutarupiah dan memalsukan bukti pertanggungjawaban penggunaannya.

Sebelum diperiksa sebagai tersangka Maria mengembalikan uang kepada penyidik sebesar Rp 39 juta, Selasa (1/10/2013) sore. Uang yang dikembalikan merupakan uang yang diterimanya sebagai jatah pembagian dari atasannya sebesar ratusan juta rupiah.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas