Selasa, 27 Januari 2015
Tribunnews.com

Banjir di Semarang Akibatkan Perjalanan KA Terlambat

Kamis, 23 Januari 2014 16:18 WIB

Banjir di Semarang Akibatkan  Perjalanan KA Terlambat
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWAN
ILUSTRASI- Jalur rel kereta api sedang diperbaiki untuk tingkatkan level keselamatan dan kelancaran. Untuk meningkatkan level keselamatan perjalanan Kereta Api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) pasang alat pemantau kecepatan lokomotif. 

TRIBUNNEWS.COM SEMARANG, - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan perjalanan kereta api (KA) yang melewati Kota Semarang, baik dari arah Timur maupun Barat mengalami keterlambatan akibat banjir.

"Memang ada keterlambatan, ada ’track’ yang tergenang banjir. Rata-rata KA terlambat sekitar satu jam," kata Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IV Semarang Wawan Ariyanto di Semarang, Kamis (23/1/2014).

Ia menjelaskan banjir merendam satu track di lintas Stasiun Alastua hingga Stasiun Tawang dengan ketinggian air mencapai 23 sentimeter di atas permukaan rel, sementara satu track lain aman.

Menurut dia, semula ada dua track yang dioperasikan untuk lintas Alastua sampai Tawang. Satu merupakan jalur lama, sedangkan satunya merupakan jalur baru yang dibangun untuk double track.

"Karena satu jalur terendam, otomatis hanya satu jalur yang bisa dioperasikan. Jadinya, KA kan harus lewat satu-satu sehingga antre. Batas aman ketinggian air hanya 10 cm di atas permukaan rel," katanya.

Ia mengatakan KA yang akan masuk ke Semarang harus mengantre di stasiun-stasiun sebelumnya, misalnya dari arah Timur di Stasiun Alastua, Brumbung, dan Tegowanu, kemudian Poncol, Jerakah, dan Mangkang dari arah Barat.

Namun, kata dia, sebagian besar KA yang mengantre di stasiun-stasiun kecil itu merupakan angkutan barang karena KA penumpang yang lebih diutamakan. Apalagi, saat ini trafik lalu lintas KA memang padat.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas