Kopertis Akan Teliti Kasus Plagiat Rektor Maranatha

Koordinator Kopertis mengatakan untuk bisa menyatakan plagiat atau tidaknya Rektor UK Maranatha pihaknya akan mengecek dan meneliti

Kopertis Akan Teliti Kasus Plagiat Rektor Maranatha
http://static.panoramio.com
Universitas Kristen Maranatha Bandung 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Abdul Hakim Halim, mengatakan, untuk bisa menyatakan plagiat atau tidaknya Rektor UK Maranatha Dr dr Felix Kasim, pihaknya akan mengecek dan melakukan penelitian terlebih dahulu.

Bila terbuki Felix melakukan, Kopertis akan memberikan sanksi moratorium kepada perguruan tinggi tersebut.

Meski yang melakukan hanya satu orang, kata Abdul, sanksi bisa diberikan juga kepada yang lain, yakni penundaan kenaikan jabatan minimal satu tahun. Namun ada juga sanksi lebih berat bagi pelakunya, yakni bisa lebih dari satu tahun dan itu dilihat dari berat tidaknya kesalahan yang dilakukan.

"Kami hanya bisa moratorium. Keputusan lain-lain kepada yang melakukan kesalahan merupakan urusan perguruan tinggi yang bersangkutan," katanya melalui telepon saat dimintai komentarnya berkaitan dengan dugaan plagiat yang dilakukan Rektor UKM, Kamis (6/2).

Menanggapi munculnya kasus plagiat, anggota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djunjunan, mengatakan pelaku plagiat harus dihukum karena dilakukan oleh intelektual yang seharusnya jadi panutan.

"Orang yang melakukan plagiat seharusnya dihukum. Mereka itu intelektual. Orang yang mencuri singkong karena lapar dihukum, yang seharusnya teu kudu dihukum. Hukum yang melakukan plagiat," katanya saat dihubungi Tribun melalui telepon, kemarin.

Menurut dia, ketika seorang yang menjadi panutan justru melakukan kesalahan, bisa dibayangkan bagaimana akibatnya. Akan menjadi contoh yang sangat tidak baik. Karena itu, pelaku plagiarisme harus mendapat sanksi yang setimpal.

Disinggung soal sanksi yang berupa penundaan jabatan, ia mengatakan hal tersebut menandakan orang-orang yang menghukum tidak mengerti pelanggaran yang fatal.

"Kenapa fatal? Ya, karena dilakukan oleh seorang intelektual," kata Popong.

Tentang hukuman yang pas untuk pelaku plagiarisme, Popong melihat penindakan bisa berangkat dari hukum pidana. Atau bisa dibuat undang-undang khusus untuk plagiarisme, termasuk sanksi bagi pelakunya.

Halaman
12
Tags
Maranatha
Editor: Sanusi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help