Erupsi Gunung Kelud

Hendrasto Kunjungi Pos Kelud: Hanya Tuhan yang Tahu Kapan Gunung Meletus

Hendrasto, mengajak masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi fenomena gunung berapi termasuk Gunung Kelud

Hendrasto Kunjungi Pos Kelud: Hanya Tuhan yang Tahu Kapan Gunung Meletus
Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim
Hendrasto, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, saat berkunjung di Pos Pengamatan Gunung Api Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (8/2/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Hendrasto, mengajak masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi fenomena gunung berapi.

"Tak ada yang tahu kapan waktunya suatu gunung meletus. Itu hanya menjadi kekuasaan tuhan," kata Hendrasto saat mengunjungi Pos Pantau Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (8/2/2014).

Begitu juga dengan kondisi Gunung Kelud, menurutnya, tidak ada yang mampu memprediksi waktu letusannya. Hal yang ada dan dilakukan saat ini, menurutnya, adalah menunggu sembari mempelajari tanda-tanda yang muncul.

"Kita hanya membaca potensi. Peningkatan aktifitasnya seperti apa dan kemungkinan apa yang biasanya muncul," imbuhnya.

Begitu pula akhir dari krisis yang tengah terjadi pada gunung berketinggian 1.731 Mdpl ini, kata dia, tak bisa ditebak. Apakah letusan kali ini sama dengan letusan tahun 2007 yang bersifat effusif, atau bahkan seperti erupsi tahun 1990 yang eksplosif, kata dia, tidak ada yang tahu.

"Atau malah turun dan tidak terjadi apa-apa. Makanya kita tunggu terus perkembangannya," ujar dia.

Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah meningkatkan dan senantiasa melatih kewaspadaan masyarakat.

Saat ini, kata dia, instrumen pengawasan yang dipasang di kawasan Gunung Kelud cukup lengkap. Terdiri dari 5 stasiun seismometer, alat pemantau penggelembungan gunung atau deformasi, tiltmeter, alat pemantau suhu air, bahkan juga ada kamera pengawas.

Sebelumnya, sejak Minggu (2/2/2014), status gunung yang berada di perbatasan 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, serta Kabupaten Malang, dinaikkan statusnya dari Aktif Normal menjadi Waspada. Peningkatan itu membuat PVMBG merekomendasikan sterilisasi dua kilometer dari aktivitas manusia.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help