• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hujan Pasir Gunung Kelud Tumbangkan Ratusan Pohon Pisang di Ponorogo

Jumat, 14 Februari 2014 08:34 WIB
Hujan Pasir Gunung Kelud Tumbangkan Ratusan Pohon Pisang di Ponorogo
IST/Tribunners/Andri Pradhana
Letusan Gunung Kelud di Jawa Timur mengakibatkan hujan pasir di Kabupaten Ponorogo. Tebalnya pasir yang turun menumbangkan ratusan pohon pisang. 

TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Letusan Gunung Kelud di Jawa Timur mengakibatkan hujan pasir di Kabupaten Ponorogo. Tebalnya pasir yang turun menumbangkan ratusan pohon pisang.

Menurut warga, hujan pasir ini terjadi sejak Jumat (14/2/2014) dinihari. Warga dikejutkan dengan suara dentuman yang sangat dahsyat. Suara semakin terdengar keras menyerupai petir ini kemudian disusul suara bersahutan tumbangnya pohon pisang di kebun warga.

"Tengah malam sekitar jam 2 tadi sempat dengar suara sangat keras. Begitu keluar rumah, banyak pohon pisang ambruk di kebun depan. Mungkin karena tak tahan menahan pasir,"  kata Parno warga Kecamatan Siman Ponorogo Jawa Timur kepada Tribunnews.com.

Tety, warga Ronowijayan mengatakan pasir halus mirip debu ini masih terasa sampai azan subuh berkumandang.
 "Saya tadi pergi salat subuh pakai payung dan jalan pelan-pelan karena hujan abu agak kasar mirip pasir halus masih turun," kata Tety saat dihubungi Tribunnews.com.

Akibat hujan abu, jalan-jalan di kota reog ini juga menjadi lautan pasir.menempel sekitar 5 cm di jalan dan rumah-rumah warga. Jarak pandang di Ponorogo hanya 5 meter.

Meski demikian, warga Ponorogo masih bisa melakukan aktivitas. Sekolah tidak diliburkan dan pekerja kantoran masih menuju tempat kerja seperti biasa, walau berjalan dengan sangat hati-hati. Warga melengkapi perjalanan mereka dengan memakai kacamata dan masker.

"Kalau gak pakai masker, lama-lama di luar terasa perih sampai tenggorokan," kata Rika, warga Jalan Natuna Ponorogo.

Hujan pasir akibat letusan Gunung Kelud juga terasa sampai ke Kabupaten Magetan. "Hujan pasirnya sudah mulai mereda, tidak sederas tengah malam tadi. Tapi, langit masih gelap," kata Harry, warga Desa Manisrejo Kecamatan Karangrejo Magetan.

Penulis: Anita K Wardhani
2 KOMENTAR
2927531 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas