Ada Arus Deras Bawah Laut di Lokasi Hilangnya 7 Penyelam Jepang

Arus ini disebabkan oleh perubahan permukaan laut di Laut Jawa dan Samudera India

Ada Arus Deras Bawah Laut di Lokasi Hilangnya 7 Penyelam Jepang
Josaphat Tetuko Sri Sumantyo
Foto Satelit Pulau Nusa Lembongan dengan arus bawah lautnya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM - Dua dari tujuh turis perempuan asal Jepang masih dalam pencarian setelah dinyatakan hilang usai menyelam di bagian utara pulau Nusa Lembongan akhir pekan lalu. Upaya pencarian terhadap dua turis itu hingga kini masih dilakukan.

Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, dari Universitas Chiba Jepang khusus kepada Tribunnews.com pagi ini (18/2/2014) mengungkapkan bahwa kemungkinan besar para penyelam hilang karena terseret arus bawah laut di sana (lihat gambar).

"Perihal hilangnya 7 penyelam Jepang di Nusa Lembongan, Bali saya coba analisa menggunakan synthetic aperture radar (SAR) sensor. Wilayah ini sangat terkenal dengan inner wave. Arus ini disebabkan oleh perubahan permukaan laut di Laut Jawa dan Samudera India. Pada musim tertentu mengalir ke selatan, dan musim tertentu ke utara. Jadi kemungkinan besar para diver terseret arus ini," paparnya.

Arus laut yang deras di Lembongan memang menjadi satu keprihatinan banyak penyelam di sana, salah satunya I Ngurah Gede Surya Hadinata. "Di sana arusnya sangat kencang, deras memang agak berbahaya. Jadi sebenarnya kalau mau menyelam seharusnya mereka menggunakan pemandu penyelam yang juga orang lokal sana sehingga bisa mengetahui adanya arus bahaya atau tidaknya. Itulah sebabnya mungkin dia terseret arus atau terbawa arus deras di sana," katanya kepada Tribunnews.com.

Sampai saat ini kepolisian dan tim SAR Bali masih melakukan pencarian untuk dua orang penyelam Jepang yang masih hilang.

Editor: inject by pe77ow
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help