Orangtua Tangkap Anaknya yang Kabur dari Lapas Boyolali

Begitu pulang ke rumah orangtuanya di Cepogo Boyolali, justru ditangkap oleh orangtuanya sendiri

Orangtua Tangkap Anaknya yang Kabur dari Lapas Boyolali
IST
Ilustrasi

Laporan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI- Mardiyanto, seorang narapidana penghuni Rutan Kelas II B Boyolali kabur dari Rutan, Minggu 2 Maret. Namun begitu pulang ke rumah orangtuanya di Cepogo Boyolali, justru ditangkap oleh orangtuanya sendiri, Senin (3/3/2014).

Kejadian itu bermula ketika Mardiyanto narapidana kasus pencuria ponsel berhasil kabur dari Rutan Klas II B Boyolali tanggal 2 Maret. Entah sebab apa, napi itu kemudian pulang ke rumah orangtuanya di dusun Gajian, Cepogo, Boyolali.  Namun begitu berada di rumahnya, justru orangtua Mardiyanto segera menelepon pihak Rutan.

Kepala Rutan Kelas II B Boyolali, Satriyo Waluyo mengatakan Mardiyanto kabur dari Rutan pulang ke rumahnya di Dusun Gajian, Kecamatan Cepogo. " Mardiyanto diserahkan orang tuanya dan masyarakat setempat. Dikembalikan ke rutan untuk menjalani sisa tahanan," ujarnya.

Atas perbuatan kabur itu, menurut Waluyo, justru Mardiyanto mendapatkan sanksi. “Mardiyanto akan dimasukkan sel pengasingan, tidak dapat remisi, cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, dan tidak dapat pembebasan bersyarat,” ujarnya.

Waluyo menjelaskan napi yang dipercaya menjadi tahanan pendamping tersebut melarikan diri dengan cara merusak pagar berduri di lantai dua. Sebelumnya dia meminta izin kepada petugas untuk menyalakan lampu di lantai dua.

“Saat itu semua petugas berada di lantai satu. Tapi ditunggu beberapa saat dia tidak kembali. Petugas langsung mencari dan menemukan pagar berduri sudah rusak,” ujarnya.

Mardiyanto adalah narapidana yang dihukum 1 tahun 3 bulan karena kasus pencurian ponsel. Dia masih mempunyai sisa masa tahanan 8 bulan. “Selama menjalani tahanan, perilakunya baik. Sejak tiga minggu ini, dia dipercaya menjadi tahanan pendamping untuk membantu sipir membersihkan lingkungan Rutan tiap harinya. Namun kepercayaan kami dimanfaatkan untuk kabur,” ujarnya. (*)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help