Warga Empat Desa di Aceh Tamiang Gunakan Air Parit

Warga terpaksa menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari selain air minum

Warga Empat Desa di Aceh Tamiang Gunakan Air Parit
Serambi Indonesia/M Nasir
Seorang ibu rumah tangga Desa Kampong Baro Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang menimba air dari paret di depan rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari, Minggu (9/3/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, KUALASIMPANG - Warga empat desa di Aceh Tamiang, yaitu Desa Wonosari, Harum Sari dan Jambo Rambong, Kecamatan Tamiang Hulu dan Desa Kampung Baru, Kecamatan Seruway, krisis air bersih. Karena itu, warga terpaksa menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari selain air minum.

Pantauan Serambi (Tribunnews.com Network), Minggu (9/3) di Desa Kampong Baru, Kecamatan Tamiang Hulu, warga mengambil air dari parit yang ada di depan rumah menggunakan timba untuk kebutuhan mencuci, mandi dan kakus.

Datok Kampong Baru, Mahmuddin mengatakan, 80 persen warganya menggunakan air parit untuk kebutahan sehari-hari selain untuk masak. Untuk air minum warga membeli air yang dibawa pedagang dengan harga Rp 5.000/jeriken. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga bulan sejak musim kemarau.

Ada juga sumur bor yang dibangun Pemkab Aceh Tamiang, namun hanya satu titik sehingga tidak terjangkau semua warga, selain itu kondisi airnya juga berkarat.

"Kita berharap pipa air bersih yang saat ini sudah terpasang di Desa Gelong bisa terpasang ke Desa Kampong Baru sehingga warga dapat menerima air bersih," ujarnya.

Selain itu, krisis air juga dialami tiga desa lainnya, Desa Jambo Rambong, Desa Harum Sari dan Desa Wonosari, warga ketiga desa ini juga membeli air bersih dari galon untuk minum dengan harga Rp 9.000/jeriken. Sedangkan untuk mencuci dan mandi, mereka menggunakan air parit yang tergenang dengan kondisi juga berlumut. Jarak pengambilan air ke parit tersebut sekitar satu kilometer dari Desa Wonosari dan sekitar 500 meter dari Desa Harum Sari dan Jambo Rambong.

Karena itu, masyarakat sangat mengharapkan agar Pemkab Tamiang merehab dua dari tiga sumur bor yang tidak berfungsi lagi.

"Satu sumur sudah berfungsi setelah direhab secara swadaya oleh masyarakat," ujar Datok Kampong Baru, Mahmuddin.(md)

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved