Selasa, 23 Desember 2014
Tribunnews.com

Gunung Slamet Meletus Tiap 80 Menit

Jumat, 14 Maret 2014 11:42 WIB

Gunung Slamet Meletus Tiap 80 Menit
Istimewa
Gunung Slamet saat embuskan lahar. Mulai Rabu 12 Maret 2014 pagi Gunung Slamet meletus mengeluarkan abu tebal warna hitam pekat. Semburan ketinggian sekitar 1.000 meter ke arah barat. 

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Gunung Slamet, masih terus mengeluarkan suara letusan dan embusan asap, Kamis (13/3/2014), empat hari setelah statusnya naik dari "Normal" menjadi "Waspada".

Sejak pukul 00.00 sampai 12.00 WIB, Gunung Slamet tercatat meletus sebanyak 9 kali dengan ketinggian letusan rata-rata 1.000 meter.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Hendrasto mengatakan, sembilan letusan yang dihasilkan gunung tersebut dikenal dengan nama letusan freatik.

Letusan freatik, merupakan hasil interaksi antara magma dan air tanah sehingga menimbulkan material abu vulkanis dan uap air.

Menurut Hendrasto, letusan yang dihasilkan sampai saat ini belum membahayakan untuk warga di radius lebih dari 5 kilometer.

"Yang membahayakan radius 2 kilometer. Jadi, diimbau untuk tidak mendaki Gunung Slamet dan beraktivitas," kata Hendrasto, saat berada di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pulosari, Pemalang.

Hendrasto menambahkan, selain letusan freatik, tercatat masih terjadi sejumlah gempa di Gunung Slamet, antara lain gempa embusan dan gempa vulkanik dalam.

"Tercatat ada 97 gempa embusan, 1 gempa vulkanis dalam dan 1 vulkanis dangkal, sejauh ini statusnya masih Waspada," tambahnya.

Ia menandaskan, karakter Gunung Api Slamet sejak tahun 1600 hanya terjadi letusan abu dan tidak sampai mengelurakan awan panas. "Gunung Slamet lebih jinak," ujar Hendrasto.

Editor: Reza Gunadha
Sumber: Tribun Jateng

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas