Bersihkan Citarum, Pemprov Jabar Gandeng Pemerintah Korea

Dalam mewujudkan Citarum Bestari (Bersih, Sehat, Lestari dan Indah), Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerjasama dengan Pemerintah Korea

Bersihkan Citarum, Pemprov Jabar Gandeng Pemerintah Korea
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
LAWAN ARUS - Peselancar sungai asal Indonesia tengah berlatih dengan melawan arus menjelang kompetisi di Sungai Citarum, Desa Bantar Caringin, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (01/11/2013). Sebanyak 42 peselancar sungai dari 10 negara akan berlomba pada 6-10 november 2013 di Sungai Citarum untuk kejuaraan dunia selancar sungai yang baru pertama kali diselenggarakan di dunia. (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA) 

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Dalam mewujudkan Citarum Bestari (Bersih, Sehat, Lestari dan Indah), Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bekerjasama dengan Pemerintah Korea, khususnya di bidang lingkungan. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna, mengatakan hal ini dilakukan untuk mencapai target tersebut pada tahun 2018.

"Kerjasama Jabar, Indonesia dengan Korea sekarang ini sedang kita jajaki, mudah-mudahan kerjasama ini membantu memecahkan masalah kita dalam menangani persoalan Citarum," katanya, Rabu, (19/3/2014).

Anang mengatakan, Korea dan Jepang telah terbukti berhasil mengatasi permasalahan lingkungan dan pencemaran sungai seperti yang diderita Citarum kini. Selain itu, mereka juga memiliki komitmen tinggi dalam pembicaraan mengenai masalah lingkungan dan pencemaran sungai.

"Korea memiliki komitmen besar terhadap perbaikan Citarum," ungkapnya.

Sementara itu, General Secretary of Indonesian Korea Orot Foundation (IKOF) Danial Kim mengaku siap membantu dan menjadi fasilitator untuk menghubungkan kerjasama Indonesia dan Korea lebih mendalam, khususnya dalam menangani Citarum. Kim mengatakan, tak mudah untuk mensterilkan sungai Citarum yang kini keadaannya sangat memprihatinkan.

"Perlu beberapa tahun untuk menyelesaikan persoalan seperti ini, ini tidak mudah," katanya.

Namun, lanjutnya, penanganan tersebut akan berjalan lancar saat semua pihak yang terlibat bekerja dengan kompak.

"Semuanya harus kompak, antara kerjasama pemerintah, dinas kehutanan dan lainnya, kemudian masyarakat juga harus mengerti," katanya.

Kim mencontohkan, penanganan sungai di Korea yang tidak jauh keadaannya dengan sungai Citarum memakan waktu yang cukup lama. Menurutnya, salah satu solusi terpenting sungai di Korea itu adalah dengan menjauhkan aktivitas kehidupan manusia sejauh 2 kilometer dari bantaran sungai.

"Jadi tidak boleh ada aktivitas manusia di bantaran sungai. Kalau di Korea, dalam beberapa tahun, sungai dengan jarak 2 kilometer tidak boleh ada gangguan dari masyarakat atau manusia. Di kami (Korea, red) itu, semacam industri, peternakan, jarak 2 kilometer dari sungai tidak boleh ada. Industri dan peternakan diharuskan menjauh supaya airnya bersih dan bisa terjaga," jelasnya.

Hal yang sama pun, kata Kim, bisa diterapkan di Indonesia, terutama dalam hal ini penanganan sungai Citarum.

"Itu kalau di Korea begitu. Saya berharap masyarakat disini (Indonesia) bisa mengerti," pungkasny

Tags
Jawa Barat
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved