Penemuan Mayat Dalam Freezer

Pembunuh Bos Bakso Ditangkap di OKU Timur

Satu dari dua tersangka pelaku pembunuhan juragan bakso Suwarno berhasil ditangkap di OKU Timur

Pembunuh Bos Bakso Ditangkap di OKU Timur
Ilustrasi borgol

TRIBUNNEWS..COM, MARTAPURA – Satu dari dua tersangka pelaku pembunuhan juragan bakso Suwarno (40) yang mayatnya dimasukkan tersangka ke dalam freezer, berhasil ditangkap di OKU Timur ketika menjadi penumpang Kereta Api (KA) Lampung-Palembang, Sabtu (12/4/2014) sekitar pukul 14.00.

Adapun tersangka yang berhasil ditangkap atas nama Riki Sutiawan (18), warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang. Sementara rekannya Rudi Endi (30) yang merupakan tetangganya di dusunnya, berhasil melarikan diri dengan cara melompat kereta api (KA) ketika akan ditangkap. Sebelumnya, kedua pelaku sempat dikepung oleh anggota polisi di wilayah Lampung. Namun berhasil melarikan diri menggunakan jasa kereta api.

Kejadian sadis ini sendiri terjadi di warung bakso milik korban yang berlokasi di Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Jumat (9/4/2014) lalu sekitar pukul 08.00.

Adapun motif pembunuhan menurut Riki disebabkan kekesalannya mengetahui Suwarno dan ibunya sering melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Padahal ibunya masih istri sah dari ayahnya yang saat ini terbaring sakit di desanya yang berada di Empatlawang.

Riki datang ke Tangerang untuk menjemput Ibunya. Namun ia tidak menyangka jika ibunya kenal dan intim dengan korban hingga akhirnya ia memergoki keduanya kerap berselingkuh.

“Aku datang ke Tangerang sebenarnya untuk menjemput ibu, karena ayah lagi sakit di Dusun. Namun ibu selalu menolak kalau diajak pulang,” kata Riki saat ditemui di Polres OKU Timur setelah diamankan saat menumpangi kereta api Lampung tujuan Palembang.

Puncak kekesalannya datang saat ia melihat SMS dari korban Suwarno yang banyak kata-kata mesra dengan ibunya, dan berencana ingin kembali melakukan hubungan intim disalah satu kamar hotel di Tanggerang.

“Saya tidak sengaja melihat SMS bos Suwarno kepada ibuku yang mengatakan akan ketemuan lagi malam Jumat, dan kata-katanya mesra sekali. Saya baru dua bulan bekerja dengan Warno,” ungkap Riki.

Pembunuhan terhadap Suwarno lanjut Riki, terjadi ketika korban sedang memanaskan air. Rekannya Rudi langsung memukul korban menggunakan kayu balok balok tepat dibagian kepalanya hingga roboh, sementara Riki langsung menutup warung bakso itu dan memasukkan korban ke dalam frezzer pendingin daging agar tidak ketahuan keluarga korban.

“Aku dan Rudi langsung mengambil dompet Bos Suwarno yang berisi uang Rp 350 ribu. Sementara, ponsel dua unit, BlackBerry dan Nokia dan langsung kabur mau balik ke Empatlawang,” katanya.

Halaman
12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Sriwijaya Post
Tags
Martapura
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help