10 Simpatisan Republik Maluku Selatan Terancam Penjara Seumur Hidup

Sepuluh pendukung dan simpatisan RMS yang ditangkap, Jumat (25/4/2014), terancam penjara seumur hidup.

10 Simpatisan Republik Maluku Selatan Terancam Penjara Seumur Hidup
Kompas.com
Sepuluh pendukung dan simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) yang ditangkap aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Jumat (25/4/2014), terancam penjara semuru hidup. 

TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Sepuluh pendukung dan simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) yang ditangkap aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Jumat (25/4/2014), terancam penjara semuru hidup.

Mereka ditangkap saat hendak merayakan HUT RMS di kawasan Rehoboth Wainitu, Ambon.

"Ke sepuluh pendukung RMS diancam dengan pasal 110 dan 106 tentang makar dengan ancaman hukuman seumur hidup," kata Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ajun Komisaris Besar Bintang Juliana di Kantor Polres Pulau Ambon, Jumat siang.

Terkait penangkapan para pendukung RMS itu, dia mengingatkan kepada warga lainnya agar tidak mencoba-coba melakukan hal yang sama.

Sebab, konsekuensi hukumnya sangat berat, apalagi hal tersebut berkaitan dengan makar terhadap Negara.

"Jadi ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat agar tidak mencoba-coba melakukan hal yang sama, itu hukumannya sangat berat karena sudah menyangkut makar, kita ini NKRI jadi kalau ada sekelompok orang yang mencoba-coba untuk memisahkan diri ya kita akan tempuh langkah-langkah hukum," kata dia.

Sepuluh pendukung RMS yang ditangkap yakni, SS, IL, DM, FS, AK, A, PK, MS dan FP dan OL. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita tujuh helai bendera RMS, dua bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan satu helai bendera Israel.

Dari ke 10 itu satu orang merupakan petinggi RMS dan dua lainnya diduga masih berstatus pelajar.

Kekinian, mereka sedang menjalani pemeriksaan secara intensif oleh polisi. Meski ada upaya untuk merayakan HUT RMS, namun situasi terlihat aman. Warga tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved