Orda Maluku dan Sumba di UNITRI Minta Maaf Secara Terbuka
“Kami menegaskan, orda Sumba dan Maluku tidak pernah ada masalah. Kasus tersebut murni perkara pribadi, bukan konflik antar suku” ujar Ketua Orda
Laporan Wartawan Surya,David Yohanes
TRIBUNNEWS.COM, MALANG- Dua organisasi daerah (Orda) Maluku dan Sumba dari Universitas Tribhuana Tunggadewi meminta maaf secara terbuka, Jumat (30/5/2014) di Polres Malang Kota.
Permintaan maaf ini disampaikan, karena konflik kedua kelompok yang terjadi di dekat kampus mereka.
“Kami menegaskan, orda Sumba dan Maluku tidak pernah ada masalah. Kasus tersebut murni perkara pribadi, bukan konflik antar suku” ujar Ketua Orda Sumba Unitri, Alvian Tenapolo.
Dalam kesempatan tersebut, baik Orda Maluku dan Orda Sumba, meminta maaf kepada Pemkot Malang, Kepolisian, Masyarakat Kota Malang dan masyarakat Tlogomas pada khususnya.
Selain itu, kedua Orda sepakat mendukung aparat keamanan secara secara aktif, untuk mengungkap oknum-oknum yang terlibat. Selain itu kedua pihak siap bertanggung jawab segala upaya pemulihan keamanan dan kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik di Tlogomas.
“Kami tegaskan, tidak ada kesepakatan damai karena kami tidak pernah berkonflik. Kami akan bantu polisi mengungkap oknum-oknum yang dianggap terlibat kerusuhan tersebut,” tambah Alvian.
Kesepakatan Orda Maluku dan Orda Sumba menjadi awal upaya damai untuk seluruh wilayah Malang.
Sabtu (31/5/2014) Polres Malang Kota akan mengundang 11 rektor yang kampusnya ada kelompok mahasiswa dari Indonesia timur dan Kalimantan.
Dalam kesempatan tersebut akan dibuat kesepakatan damai secara lebih luas. Konflik antara mahasiswa Sumba dan Ambon terjadi pada Senin (26/5/2014) malam.
Koflik berlanjut hingga Rabu (28/5/2014) malam. Satu orang terluka, dan tiga orang menjadi tersangka.
Polisi masih mengejar satu orang yang masih kabur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140530_132939_orda-maluku.jpg)