ITB Buka Kesempatan Kalangan Luar Kampus Untuk Jadi Rektor

Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka kesempatan kalangan luar kampus Ganesha untuk menjadi rektor ITB.

ITB Buka Kesempatan  Kalangan Luar Kampus  Untuk Jadi Rektor
Logo ITB

TRIBUNNEWS.COM.BANDUNG,  - Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka kesempatan kalangan luar kampus Ganesha untuk menjadi rektor ITB. Rektor ITB saat ini, Akhmaloka, akan mengakhiri masa jabatannya pada 2014.

"Calon rektor terbuka baik dari internal maupun eksternal ITB meskipun kami belum pernah juga punya rektor dari luar (ITB)," ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITB, Prof Jann Hidayat Tjakraatmadja, dalam jumpa pers di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Senin (25/8/2014).

Menurut Jann, calon harus melewati berbagai seleksi, di antaranya tes kesehatan dan potensi calon rektor sendiri. "Untuk seleksi terkadang orang-orang yang mempunyai potensi menjadi pimpinan tidak mendaftarkan diri dan cenderung tidak berhasrat. Namun melalui suara banyak, kami akan berusaha mendapatkan yang terbaik," ujar Jann.

Proses pemilihan rektor baru ini melalui proses yang cukup panjang, yaitu mulai 25 Agustus hingga 15 Desember mendatang.

Jann mengatakan, sebuah panel ahli atau search committee akan menyeleksi nomine rektor ITB. Selain panel ahli, masyarakat kampus mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga pendidik juga memberikan masukan siapa-siapa saja yang bisa diajukan dalam nominasi.
Setelah diverifikasi oleh panel ahli, pada 23 Oktober 2014 akan diumumkan siapa saja yang lolos dalam tahap ini. "Berapa orangnya tidak kami dibatasi. Yang penting lolos syarat administrasi dan kredibilitas," ujarnya.

Menurut Jann, kandidat yang dicari tersebut selain harus memiliki gelar pendidikan akademi doktor (S3) yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui kualitasnya oleh kementerian, usia kandidat juga belum memasuki 60 tahun pada saat dilantik menjadi rektor.

"Ada batas usia bagi bakal calon rektor ITB, yakni belum memasuki usia 60 tahun, dan artinya usia kandidat juga tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda pada saat pelantikan nanti," ujar Jann.

Jika sebelumnya rektor ITB haruslah lulusan ITB, untuk pertama kalinya ITB membuka kesempatan luas bagi para kandidat di luar ITB. Namun ada juga kekhawatiran civitas akademika akan alergi dengan rektor dari luar ITB.

Jann mengatakan pemilihan rektor baru diharapkan bukan hanya menjadi pesta demokrasi civitas akademika ITB, tetapi juga dapat menjadi tumpuan dan acuan demokrasi yang sehat bagi masyarakat Indonesia.

"Diharapkan baik masyarakat kampus maupun masyarakat umum dapat berpartisipasi aktif memberikan saran dan masukan melalui panitia pemilihan Rektor Kita ITB 2014. Masyarakat yang ingin mengetahui info lanjut bisa mengunjungi website di rektorkita.itb.ac.id," kata Jann.

Ia berharap, warga kampus ITB bisa terbuka menerima calon atau bahkan rektor terpilih dari luar ITB nantinya. "Mudah-mudahan tidak alergi dipimpin dari luar," katanya.

Jann mengatakan bahwa tektor yang nantinya terpilih harus mampu memberikan yang terbaik bagi ITB. "Kalau yang bersangkutan nanti hanya mencari 'uang' di ITB, akan salah tempat jika melakukan hal tersebut di sini. Di ITB tidak ada uangnya," ujar Jann.

Jann mengatakan masa jabatan hingga lima tahun mendatang pihaknya ingin rektor terpilih mampu memenuhi harapan Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, di antaranya mampu membuat ITB menjadi universitas yang unggul, berani melakukan perubahan yang efektif, mampu mandiri, sekaligus memiliki jejaring yang luas dan kuat, serta diakui dunia. (cr4)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved