Pembangunan SUTET di Muba Masih Terganjal Ganti Rugi Lahan

Dalam tiga tahun terakhir pembebasan lahan untuk membangun Gardu Induk Teladan (GIT) di Muba selalu saja gagal.

Pembangunan SUTET di Muba Masih Terganjal Ganti Rugi Lahan
Menara Sutet milik PLN 

TRIBUNNEWS.COM, SEKAYU - Dalam tiga tahun terakhir pembebasan lahan untuk membangun Gardu Induk Teladan (GIT) di Muba selalu saja gagal.

Selalu saja mentok dengan masalah harga ganti rugi dari pemerintah yang dinilai terlalu tinggi dibanding tanah lain di daerah tersebut.

Bupati Musi Banyuasin (Muba), Pahri Azhari, menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk fokus dalam pembebasan lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan tower atau jaringan Gardu Induk Teladan.

“Kita harapkan kerja sama seluruh pihak, terutama masyarakat untuk menyerahkan lahannya agar dapat diganti rugi guna pembangunan Tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET),” ujar Pahri, Jumat (29/8/2014).

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini mengakui sulitnya pembebasan lahan untuk Tower SUTET lantaran belum adanya kecocokan harga ganti rugi lahan. Hal ini dikarenakan dana yang dimiliki sangat terbatas.

“Belum ada kecocokan harga untuk ganti rugi lahan. Kita berharap warga tidak terlalu tinggi mematok harga lahan karena PLN memiliki dana terbatas. Kalau GI tersebut berfungsi, kan yang diuntungkan adalah warga sendiri, karena kebutuhan listrik akan tercukupi dan byar pet  bisa berkurang,” terang dia.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Muba, Rusli SP, menambahkan pembebasan lahan tersebut bukanlah semata-mata untuk kebutuhan Pemda, melainkan untuk kebutuhan masyarakat Muba.

“Kita sifatnya hanya sebagai fasilitator antara PT PLN dan masyarakat. Salah satunya melakukan pendekatan dengan kades, camat dan tokoh masyarakat agar pembebasan lahan dapat diselesaikan tepat waktu,” beber dia.

Sulitnya pembebasan lahan untuk Tower SUTET GI Teladan, kata Rusli, tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang mengambil kesempatan dengan mempengaruhi masyarakat agar menjual tanah dengan harga yang tinggi.

“Ya, memang tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga yang memanfaatkan keadaan ini untuk mengambil keuntungan. Tapi, kita terus mengimbau masyarakat agar tdapat melepaskan tanahnya untuk kepentingan umum,” tandas dia.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com, pembangunan Gardu Induk Teladan sudah lama selesai dilakukan. Namun, pengoperasiannya hingga kini belum dapat terlaksana, lantaran terganjal ganti rugi lahan Tower SUTET.
Akibatnya, GI yang memiliki kapasitas 1x30 MVA ini terlihat terbengkalai.

Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, mengingat kebutuhan listrik di Kabupaten Muba yang sangat mendesak, karena seringnya terjadi pemadaman di berbagai tempat akibat pasokan listrik yang sangat kurang.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help