• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Tribunnews.com

BBM Langka di Nunukan, Empat Hari Sampah tak Terangkut

Kamis, 4 September 2014 20:04 WIB
BBM Langka di Nunukan,  Empat Hari Sampah tak Terangkut
Warta Kota/henry lopulalan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Akibat pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM), belasan unit armada pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran (DKPP dan PMK) Kabupaten Nunukan, tidak bisa beroperasi.

Dampaknya, sejak Senin (1/9/2014) hingga Kamis, sampah-sampah di Pulau Nunukan tidak bisa terangkut.

Kepala Bidang Kebersihan DKPP PMK Nunukan Saiful Djamal mengatakan, pihaknya tidak bisa melayani pengangkutan sampah karena kehabisan stok BBM.

Dia menjelaskan, 13 unit armada truk pengangkut sampah di Pulau Nunukan membutuhkan sedikitnya 5 ton BBM dalam sepekan. Namun karena seringkali ketersediaan BBM terbatas, dalam sebulan BBM yang diperoleh hanya sekitar 20 ton.

"Seharusnya 5.000 liter, kita dapatnya cuma 4.000 liter," ujarnya.

Dengan keterbatasan BBM, pihaknya masih berupaya memberikan pelayanan. Namun belakangan akibat pengurangan kuota BBM, stok yang tersedia tidak lagi mampu menggerakkan armada.

"Ada pengurangan kami cuma dapat 1.000.  Yah seperti inilah kejadiannya, tidak nyambung. Ketika kami seharusnya bisa melayani sampai tanggal 5, stok BBM kami sampai  tanggal 1 kemarin sudah habis," ujarnya.

Jika saja kuota yang diberikan kepada DKPP dan PMK masih sesuai dengan rencana, tentu persoalan seperti ini tidak terjadi.

"Menurut informasi dari APMS itu memang ada pengurangan dari Pertamina. Makanya dibagi untuk masyarakat dan juga kebutuhan untuk dinas-dinas," ujarnya.

Selama ini DKPP dan PMK harus mengambil stok BBM di Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) yang tersedia.

Setiap hari armada yang dimiliki melakukan pengangkutan dengan rute terjauh Kodim Nunukan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Harapan.

"Ada kontainer di sana dan bisa dibayangkan, berapa puluh kilometer dari Kodim ke Tanjung Harapan? Mungkin sekitar 30 kilometer lebih. Kontiner itu dalam sehari melayani minimal 3 kali, ada yang sampai empat kali," ujarnya.

Saiful mengaku telah bertemu Bupati Nunukan Basri dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan Hanafiah terkait kelangkaan BBM untuk armada pengangkut sampah.

Respon yang diterima sangat baik sehingga diharapkan, begitu BBM masuk ke APMS, jatah untuk truk sampah tidak lagi dikurangi. Dengan begitu, pelayanan maksimal bisa kembali dilakukan.

"Jadi kalau besok datang, Sabtu kami akan lembur mengingat sampah sudah bertumpuk di mana-mana. Malah sudah ada yang sampai ke badan jalan. Jadi mau tidak mau ketika ada BBM datang, kami akan lembur," ujarnya.

Dari informasi yang diterimanya, BBM sudah masuk kembali ke Nunukan pada Jumat (5/9/2014). Ia berharap, saat BBM masuk ke APMS truk sampah diberikan prioritas pengisian.

"Karena kadang-kadang APMS harus melayani umum dulu. Mudah-mudahan ketika BBM datang kami bisa dilayani dulu, karena tadi kami sudah koordinasi dengan Bupati, dengan Dinas Pertambangan. Tentu akan ada koordinasi dengan APMS juga," ujarnya.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3767271 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas