Petani Bersuka Ria, Sejumlah Kabupaten di Ajatappareng Diguyur Hujan Lebat

Hujan yang disertai dengan kilat guntur, akhirnya mengguyur, di sejumlah Kabupaten di Kawasan Ajatappareng, seperti Parepare, Sidrap, Enrekang

Petani Bersuka Ria, Sejumlah Kabupaten di Ajatappareng Diguyur Hujan Lebat
TRIBUNNEWS.COM/ AGUNG BUDI SANTOSO
Hujan deras 

 TRIBUNNEWS.COM, PAREPARE - Hujan yang disertai dengan kilat guntur, akhirnya mengguyur, di sejumlah Kabupaten di Kawasan Ajatappareng, seperti Parepare, Sidrap, Enrekang, dan Barru, Selasa (14/10).

Bahkan di Parepare, turunnya hujan yang cukup deras disertai kilat tersebut, membuat sejumlah jalan, terlihat sepi. Hanya beberapa orang terlihat menumpahkan kegembiraanya dengan bermain di jalanan.

Beberapa diantaranya, hususnya anak muda dan beberapa anak kecil, meluapkan kegembiraannya dengan turun dan berlarian di jalan, khususnya di Jl Mattirotasi.

Dari pantauan Tribun, beberapa warga terlihat menikmati guyuran hujan tersebut dengan berkejaran, dengan menggunakan sepeda." Hujanmi pak, " kata salah seorang diantara mereka.

Rasyid, salah seorang petani di Campaniang, Kabupaten Sidrap, yang berhasil dikonfirmasi melalui telepon selularnya, mengaku sangat senang dengan turunnya hujan tersebut.

" Alhamdulillah pak, sudah hujan. Terus terang selama ini kami selalu menunggu kapan turunnya hujan, agar kami bisa mengelolah sawah kami pak. Maklum penghasilan kami hanya dari sawah," jelas Rasyid.

Menurut Rasyid, kemarau panjang yang terjadi membuatnya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, selama ini ia dan beberapa warga di Campaniang, hanya menggantungkan hidup, dari bercocok tanam padi.

"Keahlian kami hanya menanam padi pak, dan tidak terbiasa menanam tanaman lainnya, makanya saat hujan turun, kami langsung bergembira," kata Rasyid.

Kegembiraan tersebut, juga dirasakan oleh sejumlah petani di Kabupaten Enrekang. Seperti yang diungkapkan oleh Adi, salah seorang petani bawang di Enrekang.

"Kami cukup senang pak. Karena hujan ini menjadi berkah untuk kami. Petani bawang di Enrekang pak banyak mengeluh sejak musim kemarau panjang terjadi," jelas Adi.

Uniknya, hujan yang berdurasi sekitar 45 menit tersebut, ternyata tak turun di Kabupaten Pinrang. Hujan tersebut hanya mengguyur di beberapa tempat seperti di Kabupaten Sidrap, Parepare, dan Barru.(ali)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved