Lomba Inovasi Produk Enjinia Nusantara Cikal Bakal Gerakan Monozukuri Indonesia

Lomba Inovasi Produk Enjinia Nusantara 2014, menurutnya, dilahirkan sebagai gerakan penggalian ide-ide anak negeri untuk menghasilkan produk Indonesia

Lomba Inovasi Produk Enjinia Nusantara Cikal Bakal Gerakan Monozukuri Indonesia
Istimewa
Grand Final Lomba Inovasi Produk Enjinia Nusantara (LIPEN) 2014 berlangsung sukses di Bogor, Minggu (23/11/2014). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Grand Final Lomba Inovasi Produk Enjinia Nusantara (LIPEN) 2014 berlangsung sukses di Bogor, Minggu (23/11/2014). Acara Grand Final juga didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, Japan Indonesia Kaizen Center (JIKC), Nanotech, dan berbagai pihak yang mensponsori acara tersebut. Acara ini juga sekaligus dijadikan sebagai tonggak awal berdirinya gerakan monozukuri nasional melalui program “Olimpiade Monozukuri Indonesia”.

"Lomba yang dikelompokkan menjadi 3 kategori produk yaitu home, ECO, dan IT ini memunculkan para pemenang berturut-turut yaitu Potrigrator-Tim Totalitas, Universitas Diponegoro, Bilosan-Tim Batani, Institut Pertanian Bogor, dan Management park area-MLR02 dari PENS Surabaya," ungkap Patra Azwar dari Enjinia Nusantara, penyelenggara acara tersebut kepada Tribunnews.com.

Lomba Inovasi Produk Enjinia Nusantara (LIPEN) 2014, menurutnya, dilahirkan sebagai gerakan penggalian ide-ide anak negeri untuk menghasilkan cikal bakal produk nasional yang inovatif dan mampu bersaing baik secara harga maupun kualitas. Selanjutnya produk-produk pilihan nanti akan dikembangkan dengan menerapkan prinsip-prinsip monozukuri yang terbukti berhasil membangun industri Jepang hingga kini.

LIPEN yang diprakarasai oleh Enjinia Nusantara (EN) yang merupakan komunitas profesional yang bekerja di industri Jepang, telah berhasil melakukan penyeleksian dari 450 ide, terdiri dari 53 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta sejak bulan Maret 2014. Kemudian dilakukan penilaian yang ketat oleh tim juri EN dari segi originalitas, sifat kelokalan, potensi produksi massal, hingga rasionalisasi biaya produksi.

"Siang malam tim Enjinia Nusantara melakukan penyeleksian secara ketat baik melalui online meeting maupun pertemuan langsung yang semua itu dilandasi semangat ingin berkontribusi nyata untuk bangsa ini," ujar Nadif Rahmawan, ketua panitia LIPEN 2014 ketika ditemui di Bogor.

Melalui LIPEN ini, Enjinia Nusantara ingin berkontribusi secara langsung untuk kemajuan industri nasional. Berbekal ilmu dan pengalaman selama belajar dan berkarir di industri Jepang, ditambah sinergitas dengan putra-putra bangsa di tanah air yang mempunyai visi yang sama, EN yakin kemandirian industri nasional bias segera terwujud.

EN yang didirikan tiga tahun lalu di kota Hamamatsu, Jepang, selain mempunyai visi dan misi ikut mewujudkan industri nasional yang berdikari dan handal, EN juga ingin menjadi jembatan penguat hubungan antara Indonesia dan Jepang.

"Walaupun jarak memisahkan, kami yang mayoritas berada di Jepang akan ikut aktif berkontribusi nyata untuk kemajuan industri nasional Indonesia. Semoga impian itu bukan hanya sekadar cita-cita tak berujung, tapi dapat segera menjadi kenyataan, kalau bukan kita siapa lagi," jelas Abdi Pratama yang juga pendiri sekaligus ketua Enjinia Nusantara di Osaka ketika dihubungi melalui teleconference.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help