Diduga Lakukan Pungli, Donatur Telah Sumbang Masjid SMAN 15 Rp 600 Juta

Pembangunan masjid At Dakwah di SMA Negeri 15 Surabaya disebut-sebut sebagai alasan pihak sekolah menarik pungutan ke para wali murid,

Diduga Lakukan Pungli, Donatur Telah Sumbang Masjid SMAN 15 Rp 600 Juta
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pembangunan masjid At Dakwah di SMA Negeri 15 Surabaya disebut-sebut sebagai alasan pihak sekolah menarik pungutan ke para wali murid, khususnya orangtua yang hendak memindahkan anaknya ke sekolah ini.

Penyidik Pidkor Polrestabes Surabaya pun berusaha menelusuri aliran dananya. Sebab, muncul laporan bahwa pihak sekolah melakukan Pungli (pungutan liar) agar mendapatkan dana dengan dalih untuk pembangunan masjid tersebut.

Dari penelusuran polisi diketahui bahwa pembangunan masjid dua lantai tersebut anggarannya cukup fantastis, mencapai Rp 1,9 miliar. Dari nilai itu, sejauh ini pihak sekolah telah mendapat dana hampir sekitar Rp 600 juta.

"Proses pembangunannya ternyata sudah sejak enam bulan lalu. Dan selama ini, pihak sekolah mendapat anggaran dari berbagai sumber. Di antaranya dari APBD, uang khas masjid hasil infak jemaah, dan dari donatur," ungkap Kanit Pidkor Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu I Made Pramasetia, Jumat (9/1/2015).

Donatur, termasuk orangtua siswa yang menyumbang, pihak swasta, dan dari perusahaan.
Sayangnya, Made mengaku tidak hafal nama-nama perusahaan dan pihak swasta yang telah menyumbang.

"Yang jelas, dari tiga sumber itu pihak sekolah telah mengumpulkan uang Rp 600 juta untuk pembangunan masjid," sambungnya.

Apakah ada pelanggaran dalam pengumpulan dana itu, atau ada dugaan penyelewengan dalam penggunaannya, Made mengaku pihaknya masih berusaha mendalaminya. Beberapa dokumen dan ketersangan saksi masih terus didalami.

Sejauh ini, sudah ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan polisi. Diantaranya, saksi pelapor, saksi terlapor yakni Wakasek Kurikulum dan Kasek SMA 15, seorang pejabat Dinas Pendidikan Surabaya, serta dua orang guru di sekolahan tersebut.

Polisi kini sedang memintai keterangan saksi ahli.

Kasus pungli di SMA Negeri 15 Surabaya semakin melebar. Sejumlah sekolah lain di Surabaya juga dikabarkan melakukan kegiatan serupa. Yakni menarik uang ke wali murid yang hendak memindahkan anaknya.

Pungli di SMA 15 mulai mencuat setelah Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum Nanang Achmad Syaifuddin tertangkap tangan menerima uang Rp 3 juta dari wali murid Mayor (Mar) Siddiq untuk kepindahan anaknya, M Eza Abrar Dharmawan dari SMA N 66 Jakarta ke SMA Negeri 15 Surabaya.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help