Kepala DPPKA Sumenep Depositokan Rp 441 Miliar Dana APBD

Kepala DPPKA Carto, dilaporkan telah mendepositokan dana APBD sebesar Rp 441.035.000.000, tahun anggaran (TA) 2012-2014, pada sepuluh bank

Kepala DPPKA Sumenep Depositokan Rp 441 Miliar Dana APBD
Kontan
Bunga Deposito bank 

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP – Imam Syafi’ei (25), Warga Dusun Galisik, Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep, melaporkan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKA) Sumenep, pada polres setempat, Selasa (6/1/2015).

Kepala DPPKA Carto, dilaporkan telah mendepositokan dana APBD sebesar Rp 441.035.000.000, tahun anggaran (TA) 2012-2014, pada sepuluh bank yang ada di Jawa Timur.

Dalam bukti surat tanda penerimaan laporan/pengaduan, dengan nomor pengaduan 02 tertanggal 6 Januari 2015 lalu, yang diterima langsung petugas Bripka Yayan Ciptadi, NRP 79011037, tepat pukul 13.00 Wib.

Kepala DPPKA dituding bersalah karena telah mendepositokan dana Anggaran Pendapatan dan Belanaja Daerah (APBD) di bank.

Padahal dana tersebut seharusnya disalurkan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar direalisasikan pada masyarakat.

Sehingga dana APBD yang ditanam di bank itu, berpotensi menimbulkan kerugian negara melalui bunga bank yang didapat dari dana tersebut.

Meskipun dalam mendepositokan dana tersebut, Kepala DPPKA telah mengacu pada peraturan Bupati (Perbub), akan tetapi peruntukan bunga yang akan didapat dari deposito tersebut belum jelas.

“Ini sudah menyalahi aturan, masak dana APBD yang semestinya disalurkan ke sejumlah SKPD ditanam di bank dulu, terus bunga yang didapat nantinya untuk apa,” kata Imam Syafi’ei, Kamis (8/1/2015).

Menurutnya, uang APBD sebesar Rp 441.035.000.000, didepositokan Kadis PPKA di sepuluh bank, seperti Bank Jatim cabang Sumenep, Bank BRI cabang Sumenep, BNI cabang Sumenep, BTN cabang Sumenep, Bank Mandiri cabang Sumenep, Bank Syariah Mandiri cabang Sumenep, Bank Muamalat cabang Surabaya, Bank Mandiri cabang Surabaya, dan Bank Jatim cabang Arjasa.

Padahal dana tersebut semestinya disimpan di kasda, jika masih belum waktunya digulirkan.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help