Ujian Nasional 2015

Anggota Geng Motor Terpaksa Ujian Nasional di Kantor Polisi

Dua orang siswa SMK Negeri 5 Batam terapaksa ‎mengikuti ujian nasional (UN) di Polresta Barelang, Senin (13/4/2015).

Anggota Geng Motor Terpaksa Ujian Nasional di Kantor Polisi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arif Budiman memantau Siswa SMK 1 Budi Utomo, Jakarta Pusat, yang sedang mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis online atau Computer Base Test (CBT), Senin (13/4/2015). Peserta UN CBT terdapat di 30 sekolah, terdiri dari 3 SMA, 26 SMK, dan 1 SMP. Sisanya, masih melaksanakan UN dengan sistem biasa atau Paper Base Test (PBT). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Dua orang siswa SMK Negeri 5 Batam terapaksa ‎mengikuti ujian nasional (UN) di Polresta Barelang, Senin (13/4/2015).

Keduanya terpaksa mengikuti ujian di sana karena masih di bawah binaan kepolisian akibat terlibat dalam geng motor.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan usai melakukan peninjauan pelaksanaan UN di Sagulung mengatakan meski dalam pengawasan dan pembinaan kepolisian, hak-hak kedua anak tersebut dalam pendidikan tidak akan diabaikan.

"Benar ada dua anak kita yang ujian di sana. Mereka dalam binaan Kepolisian karena terlibat dalam geng motor," ucap Dahlan di gedung DPRD Kota Batam.

Menurutnya, meski melaksanakan ujian di Polres keduanya tetap diawasi oleh pengawas UN.

"Nggak ada kita bedakan. Soalnya sama, tetap diawasi oleh pengawas," kata dia.

Menurut Dahlan, ia tak akan mencampuri proses kasus kedua anak tersebut. Sebagai kepala daerah, ia tetap menyerahkan urusan pengamanan ke kepolisian.

"Itu komitmen kami. Kalau memang anak itu melanggar aturan dan harus diproses silahkan saja. Tapi kami juga tidak menghilangkan haknya untuk ikut ujian," kata Dahlan.

Sejauh ini, hanya kedua orang siswa tersebut saja yang mengikuti ujian di Polresta Barelang. Dahlan mengatakan, sejauh peninjauan yang dilakukannya di SMK ‎N 5 Sagulung cukup lancar. Baik dari sisi kesiapan anak-anak, maupun distribusi soal ujian.

"Soal sudah diinapkan sejak semalam di kepolisian, tadi pun diambil dari kepolisian oleh panitia. Jadi benar-benar tidak ada kebocoran. Soal pun dibagi jadi lima kelompok, sehingga menjamin objektifitas hasil UN masing-masing anak," tutur Dahlan.

Dahlan menjamin, anak-anak tidak akan bisa mencontek dengan sistem perbedaan soal-soal ujian antara satu siswa dengan siswa lain.

"Sebelahan pasti soal beda. Jadi saya jelaskan, sejauh ini penyelenggaraan berjalan dengan baik," kata dia

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved