Persaingan Jadi Masalah Buat Industri Mamin di Sulsel

Pasar bebas mendatang juga menjadi masalah untuk perkembangan bisnis industri makanan dan minuman di Sulsel

Persaingan Jadi Masalah Buat Industri Mamin di Sulsel
WARTAKOTA/Nur Ichsan
ILUSTRASI :Pekerja PT ABC President Indonesia, sedang melakukan pengecekan pengemasan botol saat produksi minuman kesehatan dalam kemasan Nu Green Tea, di Karawang, Jawa Barat, Jumat (3/5/2013). Dengan menggunakan mesin yang serba modern pabrik ini mampu memproduksi 36 ribu botol per jam. (WARTAKOTA/Nur Ichsan) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Chaerul Fadli

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Asprindo), Muhammad Asaf mengatakan, selain modal, persaingan bisnis dengan industri asing pada pasar bebas mendatang juga menjadi masalah untuk perkembangan bisnis industri makanan dan minuman di Sulsel.

"Kita punya banyak kendala, termasuk di teknologi dan kita yang belum memadai," kata dia, Senin (11/5/2015). Ia memrediksi, pertumbuhan produksi industri pengolahan ini bisa mandeg di triwulab kedua (April-Juni) 2015.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis Berita Resmi Statistik (BRS) pada 5 Mei lalu. Hasil kajian yang dilakukan lembaga pemerintah ini mencatat produksi industri makanan dan minuman skala besar dan menengah naik 1,23 persen pada kuartal pertama 2015 dari 7,12 persen pada akhir 2014.

Untuk industri makanan skala kecil di Sulsel, turun 16,75 persen dari kuartal akhir 2014 ke triwulan pertama (Januari-Maret) 2015. Industri minuman skala kecil merangkak 0,42 pada periode yang sama. (*)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help