Pembubaran Aksi Balapan Liar oleh Forum Rembuk Tokoh dan Pemuda Nyaris Bentrok

Pembubaran aksi balapan liar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, nyaris berujung ricuh.

Pembubaran Aksi Balapan Liar oleh Forum Rembuk Tokoh dan Pemuda Nyaris Bentrok
TRIBUN TIMUR /SANOVRA JR
Sejumlah Remaja melakukan balapan liar usai melaksanakan sholat Ied Adha di Jl Veteran Utara, Makassar, Sulsel, Minggu (5/10/2014). Aksi balap liar yang meresahkan pengendara lain tampaknya tak terpantau pihak kepolisian. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR) 

TRIBUNNEWS.COM, PRABUMULIH - Pembubaran aksi balapan liar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, tepatnya di depan simpang Patung Kuda, Sabtu (20/6/2015) sekitar pukul 22.15 WIB nyaris berujung ricuh.

Forum Rembuk Tokoh dan Pemuda Kelurahan Muaradua yang untuk ketiga kalinya membubarkan aksi balap liar tanpa melibatkan polisi, justru ditantang para pembalap liar.

Para pembalap liar tidak terima motornya ditertibkan dan Forum Rembuk Tokoh dan Pemuda Kelurahan Muaradua melakukan aksi pembubaran seenaknya.

Para pembalap liar bahkan bersikeras hanya menongkrong saja dan bukan balapan. Tidak hanya itu, para pembalap liar bahkan akan memanggil orang tua dan mengerahkan pemuda kampung untuk menyerbu forum yang mereka anggap asal-asalan atau seenaknya melakukan sweeping pengendara motor itu.

Warga yang mengatasnamakan Forum Rembuk Tokoh dan Pemuda Kelurahan Muaradua kesal dan mengambil bambu mengejar para pembalap liar, akibatnya kecelakaan nyaris terjadi lantaran para pembalap kocar kacir melawan arus jalan dan hendak menabrak pengendara lain.

Beruntung, sebelum terjadi bentrok rombongan patroli Polres Prabumulih tiba di lokasi, hingga berhasil memberikan imbauan dan membubarkan para pembalap liar yang sebagian besar anak muda itu.

"Kami tidak terima asal ditertibkan saja, memang kami ini apa dan mereka juga bukan petugas asal tahan-tahan saja. Kami di sini biasa setiap malam minggu nongkrong, namanya anak muda tapi malah ditertibkan, memangnya mereka siapa," ungkap para pengendara motor kesal.

Sementara, Ketua Forum Rembuk Tokoh dan Pemuda Kelurahan Muaradua, Sudirman mengatakan, pihaknya melakukan aksi pembubaran setelah berkoordinasi dengan pihak Polres Prabumulih. Aksi pembubaran itu dilakukan lantaran aksi balapan liar mengganggu pengendara lain, menyebabkan kebisingan, kecelakaan lalulintas dan hal lainnya.

"Warga kita sudah sangat resah dengan aksi balap liar ini, kami hanya tidak ingin ketenangan warga baik di rumah, berkendara maupun jalan kaki terganggu akibat balapan liar ini. Makanya kita lakukan aksi pembubaran, kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian sebelum melakukan aksi ini, karena meski terus ditertibkan oleh polisi atau kita tapi para pembalap liar ini tidak kapok," katanya seraya akan terus membubarkan aksi balapan liar.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan razia besar-besaran untuk menghentikan aksi para pembalap liar yang telah meresahkan masyarakat tersebut.

"Tentu kita akan lakukan penertiban nantinya, karena aksi balapan liar ini sudah sangat meresahkan sekali," tegasnya. (eds/TS)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved