Melly Buang Bayinya di Tong Sampah

Sabtu, 29 Agustus 2015 03:34 WIB

Melly Buang Bayinya di Tong Sampah
Sripoku.com/Sugih Mulyono
Melly saat diamankan di Polsek Kalidoni Palembang guna menjalani pemeriksaan. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG --- Lantaran merasa takut ketahuan oleh majikannya, Melly Andriani (17) seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), tega membuang anak kandungnya dari hasil hubungan gelap ke bak sampah di Jalan Bina Cipta Kompleks Perumaham Ilir State Rt 22 Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, Kamis (27/8) sekitar pukul 15.30.

Bahkan, tersangka yang merupakan warga Desa Margodadi Pringsewu Rt 13/4 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Lampung Selatan itu, sebelum membuang bayinya sempat melahirkan seorang diri di dalam kamar mandi tempatnya bekerja.

Menurut keterangan tersangka yang baru bekerja di rumah majikannya selama satu bulan ini, awalnya ia melahirkan bayi tersebut pada Selasa (25/8) sekitar pukul 12.00 lalu. Namun, setelah lahir selang lima menit, bayinya yang berjenis kelamin laki-laki itu langsung meninggal dunia.

"Saya takut ketahuan majikan jadi saya saat bekerja selalu memakai baju yang besar-besar sehingga majikan saya tidak mengetahui. Saya melahirkan sendiri di kamar mandi dan bayi itu keluar sendiri secara normal," jelasnya saat diamankan di Polsekta Kalidoni Palembang, Jumat (28/8)..

Mengetahui bayi tersebut meninggal, dikatakan Welly, ia langsung mencari plastik dan memasukan ke dalam kerdus yang diambil dari rumah majikannya. Setelah itu atau tepatnya sekitar pukul 14.30, ia pun langsung membuang bayinya ke bak sampah yang berada di kompleks perumah tempatnya bekerja.

"Setelah saya lumayan kuat, saya pun langsung membuang bayi itu ke bak sampah dengan berjalan kaki. Dan saat lahiran itu, di rumah memang lagi sepi karena majikan sedang pergi bekerja," terangnya.

Diceritakan Melly, bayi tersebut merupakan hasil dari hubungan gelapnya bersama sang pacar, IP (DPO) yang tidak lain adalah tetangga desa di kampung halamannya di Lampung. (Sugih Mulyono)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help