Penutupan Dolly Dianggap Giring Munculnya Prostitusi Online

Tutupnya tempat prostitusi itu justru menggiring bentuk prostitusi lain, yakni berbasis online.

Laporan wartawan Surya, Aflahul Abidin

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA  -  Penutupan lokalisasi di Surabaya, Dolly, dianggap masih menyisakan masalah.

Tutupnya tempat prostitusi itu justru menggiring bentuk prostitusi lain, yakni berbasis online.

Hal itu makin terbukti sejak penangakapan artis AS saat melayani pria hidung belang di Surabaya.

Dengan begitu, masalah prostitusi di Surabaya harus ditangani dengan cara lain.

Hal itu mengamuka dalam Seminar Dakwah Muhammadiyah dalam Komunitas Marginal di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu (10/10/2015).

Salah satu topik yang dibahas dalam diskusi itu soal darurat prostitusi pascapenutupan lokalisasi di Surabaya dan Jawa Timur.

Hadir dalam acara itu Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Ketua PCM Muhammadiyah Kecamatan Krebangan Arif’an, Peneliti LIPI Ahmad Nadjib Burhan, Sekretaris PWM Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid, dan Rektor UM Surabaya Sukadiono.

“Model prositusi gaya baru ini mulai terbuka ke publik,” kata Sukadiono.

Ia menyebut, penutupan satu lokalisasi memunculkan tempat lokalisasi lain yang lebih tertutup.

Halaman
123
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help