Mgr Johannes Pujasumarta Berpulang

Kiai Budi Persembahkan Tari Sufi Untuk Mendiang Uskup Agung Semarang

Yang menarik, Kiai Budi Hardjana, pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Meteseh, Tembalang menghadirkan tarian sufi dengan iringan lagu.

Kiai Budi Persembahkan Tari Sufi Untuk Mendiang Uskup Agung Semarang
Tribun Jogja/Khaerur Reza
Jenazah Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Pujasumarta disemayamkan di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Sleman, Kamis (12/11/2015). 

"Ndherek Dewi Maria" yang dinyanyikan oleh seluruh umat yang hadir tersebut.

Hal itu menurut Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloys Budi Purnomo Pr, terjadi sesaat menjelang pemberangkatan jenazah Mgr Johannes Pujasumarta dari Gereja Katedral Semarang menuju Seminari Tinggi St Paulus Yogyakarta.

"Kiai Budi pun dengan piawai dan khidmat maju dan berdiri di samping peti jenazah, memberi hormat lalu mulai menari selama lagu dinyanyikan," demikian disampaikan Romo Budi kepada Tribun, Kamis (12/11/2015).

Kiai Budi sendiri sengaja hadir dalam upacara itu setelah ditelpon Romo Aloys Budi Purnomo Pr, bahwa Mgr. Puja wafat.

"Saat ditelpon, Kiai Budi masih berada di Tuban. Kiai yang mahir menari sufi dan banyak santri penari sufinya itu langsung pulang demi persahabatannya dengan Mgr. Puja selama ini," jelas Romo Budi.

Kata dia, bahwa tarian sufi itu juga dipersembahkannya sendiri sebagai tanda persahabatannya dengan mendiang Bapak Uskup Agung Semarang itu yang setiap Hari Raya Idul FItri bersilaturahmi ke pondoknya.

"Bahkan di saat sedang berjuang dengan sakit yang dideritanya, Mgr. Pujasumarta tetap bersilaturahmi ke Ponpen Al Islah pada Hari Raya Idul Fitri 2015 yang lalu," tutur Romo Budi mengulang keterangan Kiai Budi mengenang sosok Uskup Semarang yang kini telah wafat.

Sesudah Kiai Budi selesai menari sufi, jenazah langsung diberangkatkan menuju Yogyakarta.

Pemberangkatan jenazah Bapak Uskup diiringi dentang lonceng Katedral dan isak tangis umat serta imam yang masih dirundung duka.

Perjalanan menuju Yogya ditempuh melalui jalan biasa, tidak melalui jalan tol atau pun jalan lingkar.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Wahid Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved