Pemilik Ikhlas Kebun Bunga Lili Indahnya Rusak Terinjak Pengunjung

Sukadi (43) tak kecewa kebun bunga lili rusak terinjak pengunjung yang berslfie ria.

Pemilik Ikhlas Kebun Bunga Lili Indahnya Rusak Terinjak Pengunjung - bunga-lili-di-gunungkidul_20151129_043644.jpg
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Bocah cilik bergaya saat difoto keluarganya berlatar kebun bunga lili di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (28/11/2015).
Pemilik Ikhlas Kebun Bunga Lili Indahnya Rusak Terinjak Pengunjung - taman-lily_20151128_235000.jpg
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Para pengunjung tampak sedang berselfie ria di kebun bunga lili milik Sukadi di Patuk, Gunungkidul, Sabtu (28/11/2015).
Pemilik Ikhlas Kebun Bunga Lili Indahnya Rusak Terinjak Pengunjung - wisata-jogja_20151127_182717.jpg
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Hamparan bunga lily seindah ini cuma terjadi setahun sekali di Gunungkidul, Yogyakarta.

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Ramainya pengunjung yang datang dari berbagai daerah membuat kondisi kebun bunga lili di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Patuk, Gunungkidul, rusak terinjak-injak.

Sang pemilik kebun, Sukadi (43), tidak mengkhawatirkan kebun bunga lili yang ia tanam dan pupuki rusak terinjak pengunjung yang ingin berselfie ria sendiri atau bersama kerabatnya.

"Saya sendiri sebagai petani dan pemilik lahan tidak apa-apa kebun saya rusak, justru senang karena banyak masyarakat yang mengetahui dan senang dengan bunga ini," kata Sukadi..

"Untuk ke depannya bakal ditata agar pengunjung bisa menikmati pemandangan di sini sambil selfie," imbuh petani yang mengaku sudah menjual sebanyak 2.100 bibit bunga tersebut.

Pengunjung berselfie ria dengan latar hamparan kebun bunga lili. (Tribun Jogja)

Ia menjelaskan, setelah bunga itu layu, pada musim penghujan tahun depan bunga akan kembali mekar seperti sekarang. "Kalau belum tumbuh tidak ada apa-apa, seperti tanah lapang," beber dia.

Satu tempat bibit yang dibungkus kantong kresek berisikan empat bibit pohon yang ditanam akan menghasilkan sebanyak delapan tangkai bunga. Setiap kantongnya Sukadi banderol Rp 7 ribu.

"Nanti ke depannya (tahun depan) saya akan siapkan untuk pejalan kaki dan tempat untuk berselfie. Selain itu mungkin saya sediakan pendopo untuk beristirahat para pengunjung," janji dia.

Menurut Sukadi dan Barkah, seorang penjaga parkir di sekitar kebun, kepada Tribun Jogja, Sabtu (28/11/2015) siang pengunjung masih berdatangan meski kebun bunga lili rusak.

"Kemarin saja sudah lebih dari 1.500 orang yang datang ke sini dari pagi sampai sore. Siang ini saja sudah lebih dari 1.000 orang," ungkap Barkah yang mengaku sedikit kewalahan mengatur parkir di dekat kebun lili itu.

Hal lain dikatakan oleh Fuad Tafidah (19), seorang mahasiswi asal Kulonprogo yang datang bersama rombongannya ke kebun yang dipenuhi bunga itu.

Ia dan teman-temannya kecewa melihat kebun bunga yang ia ketahui dari instagram kini sudah rusak karena terinjak-injak. "Tapi enggak apa-apa. Kalau mau foto-foto ya tinggal ambil angle yang bagus saja," celetuk dia.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved