Kongres Kesenian Indonesia III: Indonesia Harus Memesona Dunia

Kongres Kesenian Indonesia III (KKI III) diharapkan jadi ajang konsolidasi internal di Indonesia.

Kongres Kesenian Indonesia III: Indonesia Harus Memesona Dunia
nur ichsan/warta kota
PENTAS ZAPIN NUSANTARA - Mendikbud, Anies Baswedan, belajar tari Zapin dadakan dari seniman Zapin, Tom Ibnur, pada saat pembukaan Temu Zapin Nusantara 2015 di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (28/11). Pertemuan seniman Zapin ini diikuti 15 grup Zapin dari 14 Propinsi.Keberagaman tari Zapin yang tumbuh subur di Indonesia, dan dipengaruhi oleh budaya lokal akan menambah khasanah kekayaan seni tari di Indonesia., Keberagaman dalam Tari Zapin di Indonesia akan mampu menumbuhkan toleransi dalam perbedaan. Kegiatan ini akan berlangsung pada 28-29 yang diisi dengan acara pentas tari, workshop dan sarasehan. WARTA KOTA/nur ichsan 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kongres Kesenian Indonesia III (KKI III) diharapkan jadi ajang konsolidasi internal di Indonesia.

Tujuan ke depan, Indonesia bukan hanya layak jadi tuan rumah yang baik di negeri sendiri, tapi juga menjadi bisa menjadi tamu yang memesona di dunia internasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Dr Anies Baswedan menyampaikan hal itu saat membuka KKI III di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/12/2015).

Ia mengharapkan peran peserta kongres untuk mampu melahirkan rumusan dalam bentuk road map strategis kesenian yang nantinya akan dijalankan oleh pemerintah.

"Bukan hanya menengok ke belakang tapi juga mengantisipasi ke depan. Pemerintah akan menterjemahkan itu dalam kegiatan negara," kata Anies Baswedan.

Menteri mengharapkan kongres kesenian memberi ruang yang luas bagi tumbuh kembangnya kreativitas, menjaga kebhinnekaan, dan mempertahankan inklusivitas.

"Republik ini adalah republik yang disusun oleh bangsa-bangsa bervariasi dan suku yang banyak. Semua itu diharapkan terakomodasi dalam strategi yang akan disusun," lanjut menteri.

KKI III bertemakan "Kesenian dan Negara dalam Arus Perubahan."

Menurut menteri tema tersebut sangat fundamental, relevan dan strategis.

"Bukan hanya dalam konteks perubahan peran negara, tapi juga dalan konteks peradaban dunia yang mengalami begitu cepat perubahan. Perubahan nenjadi sesuatu yang penting didiskusikan," demikian Anies Baswedan.

Halaman
12
Editor: Robertus Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved