19 Warga Kaltim Meninggal Karena Demam Berdarah, Saatnya Status Kejadian Luar Biasa

19 warga Kalimantan Timur meninggal karena demam berdarah sejak awal tahun, saatnya status KLB.

19 Warga Kaltim Meninggal Karena Demam Berdarah, Saatnya Status Kejadian Luar Biasa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Depok, Sawangan, Jawa barat, Selasa (2/2/2016). Akibat membludaknya pasien DBD sejak 1 hingga 26 Januari 2016 dengan total 126 pasien, sebagian pasien rawat inap terpaksa harus dirawat di lorong rumah sakit. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim merilis 19 warga Kaltim meninggal dunia akibat DBD (Demam Berdarah Dengue) selama Januari dan Februari 2016.

Ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Soeharsono, di ruang kerjanya di Jalan Wahab Syahranie, Samarinda.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, korban meninggal akibat DBD pada Februari 2016 terjadi di Kota Balikpapan 3 orang.

Sedangkan pada Januari 2016 tercatat 16 orang meninggal dari beberapa kabupaten/kota.

"Kaltim sudah laik menetapkan kejadian luar biasa (KLB). Tapi berdasarkan aturan, yang menetapkan bupati dan walikota (untuk status KLB)," kata Soeharsono, Senin (15/2).

Korban meninggal akibat DBD sepanjang Januari tercatat di Kota Samarinda 4 warga , Balikpapan 3 warga meninggal, Kukar 2 warga, Kutim dan Berau masing‑masing 2 warga meninggal. Sedangkan di Penajam Pasir Utara, Paser dan Kutai Barat 1 warga meninggal.

Wabah DBD di Kaltim, lanjut dia, baru Penajam Paser Utara yang sudah menetapkan status KLB, Kota Bontang menetapkan siaga I DBD. Menurut dia, Dinas Kesehatan Kaltim terus memantau setiap perkembangan di daerah.

Halaman
123
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help