Bupati Ogan Ilir Ditangkap BNN

Calon Istri Bupati Ogan Ilir Mengundurkan Diri

Ia mengaku telah mendengar kabar akan menikah namun hingga saat ini belum ada surat undangan yang disebar

Calon Istri Bupati Ogan Ilir Mengundurkan Diri
Facebook
Anggita Moran calon istri Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviandi yang ditangkap BNN karena mengonsumsi sabu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Calon istri Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi, Anggita langsung mengundurkan diri dari kantornya di Bank BJB kantor cabang Palembang, Sumatera Selatan. Dari informasi yang dihimpun, Anggita dan Noviadi berencana akan melangsungkan pernikahan bulan depan.

"Sudah resign sejak Jumat lalu karena katanya mau nikah," ujar satpam BJB saat dikonfirmasi Tribun Sumsel.

Ia mengaku telah mendengar kabar akan menikah namun hingga saat ini belum ada surat undangan yang disebar. Anggita diketahui baru satu bulan bekerja di tempat tersebut.

Penangkapan terhadap Noviadi ternyata sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat. "Lebih kurang selama tiga bulan sudah kita lihat.
Pada waktu pelantikan saja dia (Noviadi) itu habis pakai (narkoba-sabu-sabu). Jelas sekali wajahnya habis pakai," ujar salah seorang petugas BNN.

Menurut sumber petugas BNN pusat ini, Noviadi memakai narkoba jenis sabu-sabu biasanya rutin setiap hari. Narkoba jenis sabu-sabu didapat Noviadi melalui orang kepercayaannya yang juga tercatat sebagai tetangga Noviadi. "Orang yang jadi kurir ini namanya Murdani. Murdani ini ambil barangnya sama Ican. Biasanya setelah dapat barang (sabu-sabu), diletakan Murdani disebuah tempat di rumah Bupati ini. Barulah si Bupati ini mengambil sendiri barang sabu-sabu yang diletakan tadi," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono mengaku terkejut dengan penangkapan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut Agung, penangkapan tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat. Terutama, seseorang yang mejadi pejabat negara. "Memang saya sangat terkejut, sudah ditarget jadi TO (target operasi)," kata Agung.

Agung meminta pemeriksaan Bupati Ogan Ilir oleh BNN harus objektif untuk menghidari dugaan politis dibalik penangkapan tersebut. "Saya percaya BNN objektif. Tidak boleh menjatuhkan. Apalagi pemakai itu kan korban," imbuhnya.

Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman memastikan, penangkapan Ahmad Wazir Noviadi harus diproses secara hukum. Namun, ia mengingatkan agar proses hukum tersebut dilakukan secara benar tanpa ada motif lain.

"Ditegakkan yang benar, bukan alat untuk seperti mau menjebak, tapi ditegakkan yang benar, kalau memang kenyataan lucu, Bupati dan wakil Bupati itu kan jadi tanda tanya, tegakkan saja ada bukti enggak, jangan bukti jebakan," kata Rambe.

Ia juga meminta BNN melakukan verifikasi terhadap kepala daerah tersebut dengan test urine dan test darah. Hal itu dilakukan apakah terbukti Bupati Ogan Ilir positif menggunakan narkoba.
"Dalam konteks ini semua kita lakukan contoh untuk penegakan hukum, tanpa itu sulit bagi kita untuk menegakkan hukum kepada masyarakat," kata politikus Golkar itu.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel, dr Rizal Sanif saat pemeriksaan jelang Pilkada, Noviadi
Saat dihubungi Sripoku.com, dr Rizal menjelaskan pada saat pemeriksaan jelang Pilkada, Ovi dan pasangannya dinyatakan bersih.Namun ia memastikan, pihaknya sudah menjalankan prosedur pemeriksaan dengan baik. "Tidak ditemukan indikasi pengguna narkoba," tegasnya.

"Saat itu tim yang mengeluarkan hasil. Soal dia (Noviadi red) menggunakan narkoba atau tidak bukan hak saya untuk menjawab, karena kita hanya melakukan pemeriksaan saja dan hasil uji laboratorium dinyatakan bersih," jelasnya. (tribun/tribun sumsel/ sriwijaya post/fer/ther)

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help