Ekspor Langsung dari Papua Sudah Bisa Dilakukan

Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Dirut Pelindo IV Doso Agung melepas pelayaran langsung (direct call) ekspor perdana dari Papua

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Dirut Pelindo IV Doso Agung melepas pelayaran langsung (direct call) ekspor perdana dari Papua menuju ke negara tujuan ekspor China.

Hal itu ditandai dengan memberangkatkan 40 kontainer komoditas kayu olahan.

Pelaksanaan ekspor langsung (direct call) ke negara tujuan china di Pelabuhan Jayapura ini bisa dilakukan berkat kerjasama dengan PT Pelindo 4 (persero).

Perseroan telah merintis pengapalan ekspor langsung (direct call) ke negara tujuan pada awal tahun 2016 melalui pelabuhan Makasar dilanjutkan ke Papua Barat dan Papua.

“Ini karya nyata yang dilakukan Pemda Papua dan Pelindo 4, riil dan konkrit, tidak hanya teori atau wacana, dan langsung bisa dinikmati,” ujar Gubernur Papua Lukas Enembe, Minggu (10/4/2016).

Dengan ekspor langsung ucap Gubernur, pengusaha Papua mendapatkan penghematan waktu pengiriman 10 hari dan hemat biaya hampir 300 dollar AS sampai 600 dollar AS per kontainer.

Tahap selanjutnya, kata Lukas volume komoditas ekspor dari Papua akan dapat di tingkatkan dari waktu ke waktu, jika sekarang hanya 40 kontainer per minggu mungkin selanjutnya bisa 100 kontainer per minggu dan terus meningkat.

Sebelumnya, hasil kayu olahan asli Papua jika akan dikirim ke luar negeri harus melalui antar pulau dulu seperti ke Surabaya atau Jakarta.

Sehingga membuat double handling turun naik pindah kapal dan biayanya tinggi.

Direktur Utama PT Pelindo 4, Doso Agung menyampaikan melalui ekspor dan impor langsung dari dan ke Papua akan mampu meningkatkan indeks ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Kalau usaha pertambangan dan kehutanan kan ada batas masanya, tapi kalau usaha jasa/services di bidang Kepelabuhanan akan menghasilkan manfaat selamanya. Selain dapat melancarkan perdagangan dan ekonomi di Papua," kata Doso.

Saat ini jumlah komoditas ekspor langsung dari Papua masih berkisar rata-rata 40 kontainer per minggu.

Doso Agung berkeyakinan bahwa ke depan hal ini akan dapat ditingkatkan melalui pengembangan potensi ekspor komoditas lainnya di masa mendatang seperti produk ikan beku, hasil laut olahan dan rumput laut.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved