Kurir Sabu di Surabaya Dikendalikan dari Lapas Madiun

Edy (37), asal Menganti Gresik dan Amrul (35), warga Kedung Sruko, Surabaya dijebloskan tahanan Polrestabes Surabaya.

Kurir Sabu di Surabaya Dikendalikan dari Lapas Madiun
Tribun Kaltim/Rudy Firmanto
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Edy (37), asal Menganti Gresik dan Amrul (35), warga Kedung Sruko, Surabaya dijebloskan tahanan Polrestabes Surabaya.

Keduanya dibekuk anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya lantaran menjual dan mengedarkan narkoba senis sabu.

Polisi awalnya menangkap Edy. Anak buah badar sabu di Lapas Madiun itu kedapatan memiliki dan mengedarkan sabu yang diambil dari sang bandar.

Dari tangan Edy, polisi menyita barang bukti satu paket sabu seberat 20,50 gram, dua handphone, satu pipet kaca terdapat sisa sabu 1,53 gram, satu pipet kaca kosong, satu bong dari botol suplemen, dua skrop plastik dan timbangan elektrik.

Tertangkapnya dua tersangka narkoba itu, setelah polisi menerima laporan dari masyarakat adanya transaksi narkoba yang dilakukan tersangka.

“Laporan itu kami selidiki dan dalami, hasinya kami menangkap Edy di Jalan Barata Jaya. Tapi kami tdak menemukan barang bukti saat menangkap Edy," kata Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Parsetiyo, Rabu (19/10/2016).

Saat tersangka Edy diperiksa dan dilakukan penggeledahan, Edy menerima telepon dari Nyo.
Nyo merupakan seorang bandar narkoba yang menghuni Lapas Madiun.

Nyo meminta Edy mengambil barang ranjau di halte bus sekitar Kampus A Unair Surabaya.

Di tempat inilah polisi menemukan 20,50 gram sabu.

"Edy merupakan anak buah dari bandar Nyo. Selain dipakai sendiri, sabu juga diedarkan ke orang lain,” terang Anton.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help