Pameran Buku Terbesar Asia Tenggara Digelar di Surabaya

Pameran buku terbesar di Asia Tenggaran akan hadir di Surabaya pada 20 - 31 Oktober 2016 di JX Internasional.

Pameran Buku Terbesar Asia Tenggara Digelar di Surabaya
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pameran buku terbesar di Asia Tenggaran akan hadir di Surabaya pada 20 - 31 Oktober 2016 di JX Internasional.

Pameran bertajut The Big Bad Wolf Book Sale di Indonesia untuk kedua kalinya setelah sukses
menarik perhatian khalayak ramai untuk acaranya di Jakarta pada bulan April 2016 lalu.

Dalam pameran nanti ada penawaran diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk
semua buku.

Pameran yang dibuka 24 jam ini memberikan kenyamanan bagi para pelanggan
untuk berkunjung kapan saja.

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, SH, MHum dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepenuhnya mendukung acara
pameran buku ini karena memiliki misi yang selaras dengan program pemerintah “Gerakan
Membaca 15 Menit Sehari” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saat ini minat membaca masyarakat masih rendah dan kita perlu membina generasi muda
dan masyarakat luas secara konsisten untuk meningkatkan minat baca."

"Buku sejak dulu terbukti sebagai media yang ampuh untuk mengasah daya pikir manusia dan hingga kini tak bisa digantikan oleh kemajuan teknologi,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf pada kegiatan konferensi pers Big Bad Wolf Book Sale Surabaya hari ini di Library Café, Surabaya, Rabu (19/10/2016).

“Saat ini, kedudukan Indonesia berada pada peringkat nomor 60 dari 61 negara di dunia yang
memiliki daftar literature."

"Tujuan Big Bad Wolf di Indonesia adalah untuk turut mencerdaskan Bangsa karena membaca adalah jendela dunia,” tambah Uli Silalahi, Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia.

“Kami sangat apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melancarkan kegiatan book sale nanti."

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help