Kawanan Gajah Datangi Kampung, Warga Tidak Berani ke Kebun

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir gajah, tetapi belum berhasil sehingga memuculkan konflik antara manusia dengan binatang.

Kawanan Gajah Datangi Kampung, Warga Tidak Berani ke Kebun
SERAMBI INDONESIA
Ilustrasi Gajah 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Sejumlah kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah menjadi kawasan gajah liar untuk mencari makan.

Ini membuat warga tidak bisa pergi ke lahan pertanian atau kebun untuk menanam kembali tanaman yang rusak diamuk gajah, termasuk beberapa pemukiman tidak bisa dihuni lagi, seiring dekat dengan kawanan bintang berbelalai panjang itu.

Dilaporkan, gangguan gajah telah terjadi sejak beberapa tahun lalu, bahkan sejumlah warga meninggal dunia diinjak gerombolan binatang berbadan besar itu.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir gajah, tetapi belum berhasil dan hal ini telah menjadi konflik berkepanjangan antara manusia dengan binatang.

Direncanakan, untuk mengakhiri konflik itu, Pemkab  Aceh Tengah akan melakukan penggiringan besar-besaran dengan melibatkan sejumlah pihak.

Terutama, petugas teknis dari Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, Bener Meriah.

Camat Ketol, Maimun kepada Serambi, Kamis (27/10) mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengusulkan bantuan dari pemerintah untuk menggiring gajah-gajah tersebut agar keluar dari pemukiman dan kebun warga.

“Usulan kita akhirnya dikabulkan sehingga penggiringan secara besar-besaran akan segera dilakukan,” kata Maimun.

Menurutnya, penggiringan gajah liar akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, karena sebanyak empat tim telah dibentuk, dimana masing-masing dua orang, termasuk tim dari CRU Peusangan, Bener Meriah.

“Setelah kita melakukan beberapa kali pertemuan, maka diputuskan untuk mengusir gajah liar secara manual, tidak menggunakan gajah jinak,” paparnya.

Diperkirakan, penggiringan kawanan gajah liar dari sejumlah kampung di Kecamatan Ketol membutuhkan waktu sekitar sepekan.

Dikatakan kawanan gajah liar harus keluar dan menjauh dari pemukiman warga.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help